Jalan Rusak Mirip Kubangan Warga Protes, Tanam Pohon Pisang di Jalan

PROTES: Warga menanam pohon pisang di jalan yang mengalami kerusakan di Desa Kedokanagung Kecamatan Kedokanbunder, Kamis (14/3). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU
PROTES: Warga menanam pohon pisang di jalan yang mengalami kerusakan di Desa Kedokanagung Kecamatan Kedokanbunder, Kamis (14/3).FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Warga Desa Kedokanagung Kecamatan Kedokanbunder dan para pedagang yang biasa berjualan di pasar setempat sepertinya sudah kesal.

Kesal karena kondisi jalan di Simpang Empat Kedokanbunder rusak parah. Mirip kubangan kerbau.

Terlebih ketika hujan deras, banyak pengendara yang terjatuh, termasuk sejumlah pedagang. Hal itu terjadi akibat kubangan yang sudah terlalu dalam.

Sebagai bentuk kekesalan tersebut, sejumlah warga pun menanami pohon pisang di lokasi jalan rusak, Kamis (14/3).

Mereka mengaku sangat kecewa karena kerusakan jalan yang sangat parah tersebut tak kunjung diperbaiki. Warga juga menutup separuh jalan dengan pagar bambu, agar kendaraan roda empat tidak bisa melintas.

“Kami terus terang sangat kecewa. Jalan ini rusak cukup parah dan mirip kubangan kerbau. Tapi dari dulu dibiarkan seperti ini. Lebih baik ditanami pisang saja,” ungkap salah seorang warga yang enggan dikorankan.

Sementara, Iskandar (37), warga desa tetangga, juga mengaku kesal dengan kondisi jalan di perempatan Kedokanbunder tersebut.

Karena setiap melintas di tempat itu pasti kendaraan harus masuk kubangan. Akibatnya, tentu saja menjadi kotor. Ia pun memilih untuk mencari jalan lain, meski harus memutar.

Menurutnya, pihak pemerintah mestinya harus segera turun tangan. Karena ruas jalan tersebut merupakan jalan vital, yang menghubungkan Desa Jayalaksana/Cangkingan hingga Kaplongan Lor dan merupakan jalan utama Kecamatan Kedokanbunder.

Kuwu Desa Kedokanagung, Jumhana Budi Raharjo SSos mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke pemerintah daerah.

Karena itu merupakan ruas jalan kabupaten dan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.

Namun, di lapangan sepertinya warga sudah tidak sabar. Mereka ingin agar jalan tersebut secepatnya diperbaiki.

“Kami dari pemerintah desa sudah mengusulkan, dan mudah-mudahan bisa secepatnya direalisiasikan,” ujar Budi.

Budi juga mengakui kalau ruas jalan tersebut memang sangat vital. Akibat kerusakan jalan, tuturnya, sudah tentu mengganggu arus distribusi barang dan jasa. Apalagi lokasi jalan juga berdekatan dengan lokasi Pertamina. (oet)