Jamaah Haji Kota Cirebon Tempati Pemondokan di Misfalah

haji-pswt
ILUSTRASI

CIREBON-Pada musim haji 1440 H tahun ini, pemondokan atau hotel jamaah haji akan disebar di beberapa titik. Untuk jamaah asal Kota Cirebon, nantinya akan menempati pemondokan di Distrik Misfalah.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon Jajang Badruzaman MAg menjelaskan, Misfalah merupakan distrik yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Masjidil Haram. Hanya 1,5 kilometer saja dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. “Kita dapat pemondokan di sektor 8. Maktabnya 74 di distrik Misfalah. Insya Allah jamaah haji tidak ada yang terpisah. Karena semuanya ad di hotel yang sama,” ungkapnya.

Di Misfalah, jamaah haji asal kota Cirebon yang berjumlah 331 tergabung dalam zonasi embarkasi bekasi (JKS). Penempatan jamaah haji di pemondokan didapatkan setelah dilakukannya sistem qur’ah (pengundian).  Sistem qurah jamaah haji ini didasarkan pada sistem zonasi embarkasi. Nantinya masing masing embarkasi akan menempati pemondokan di tujuh wilayah di sekitar masjidil haram. Yakni, Aziziyah, Mahbas Jin, Misfalah, Jarwal, Syisyah, Raudhah, dan Rei Bakhsy.

Dari tujuh wilayah tersebut, jarak terdekat ke Masjidilharam adalah pemondokan atau hotel di wilayah Re’i Bakhsy. Jaraknya hanya 708 meter sampai 1,9 kilometer. Lokasi terjauh dari Masjidilharam adalah pemondokan di wilayah Aziziyah. Jaraknya 2,6 km sampai 4,3 km. Untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, Dari misfalah, para jamaah haji bisa berjalan kaki ataupun menggunakan layanan bus sholawat yang disediakan.

Mengingat hari keberangkatan yang semakin dekat, Jajang mengimbau agar jamaah dapat menjaga kesehatan dengan mengatur pola tidur dan makan yang teratur. Rutin berolahraga dan mengurangi makanan mengandung kolesterol. “Biasakan jalan kakai setiap pagi, sekitar setengah jam dan minum air sehari semalam minimal 6 gelas, untuk menjaga kebugaran. Di Mekkah sedang musim kemarau,” lanjutnya. (awr)

Berita Terkait