Jelang 17 April, WhatsApp Bareng Mafindo dan ICT Watch Buka Saluran buat Laporkan Hoax

ilustrasi-whatsapp

WhatsApp menjalin kerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan ICT Watch untuk menangkal misinformasi. Kerja sama ini dilakukan menjelang pemilihan umum presiden dan legislatif di Indonesia yang akan berlangsung pada 17 April mendatang.

Sebagai informasi, misinformasi merupakan salah satu karakteristik dari hoax. Misinformasi adalah kabar bohong disebarluaskan tanpa ada tujuan alias tersebar secara tidak sengaja.

Masyarakat dapat mengirimkan berupa teks, video, atau audio yang memiliki potensi misinformasi ke nomor +62 855-7467-6701. Dalam menyediakan saluran ini, WhatsApp bermitra dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Laporan tersebut akan membantu membangun arsip data Mafindo tentang penyebaran misinformasi selama periode pemilihan umum dan juga membantu jurnalis, sehingga mereka dapat mempublikasikan informasi faktual untuk masyarakat indonesia. Disebutkan, pesan-pesan ini dilindungi oleh enkripsi end-to-end dan tidak dapat dilihat oleh WhatsApp.

Pada kesempatan ini juga, WhatsApp mengumumkan kerja sama dengan ICT Watch untuk mendukung edukasi tentang misinformasi melalui program pelatihan literasi digital di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta dan bekerja sama dengan komunitas kreatif untuk mengembangkan stiker unik yang menyuarakan tentang misinformasi di WhatsApp.

Dalam keterangan tertulisnya pada hari ini, Kamis (4/4/2019), disampaikan bahwa tantangan dari misinformasi yang viral membutuhkan kolaborasi antara perusahaan teknologi dan masyarakat. Upaya ini diharapkan jadi kontribusi menjaga keamanan selama pemilu dengan memastikan bahwa misinformasi tidak akan terdistribusi.

“WhatsApp peduli terhadap keamanan pemilihan umum di Indonesia dan kami senang bekerjasama dengan Mafindo dan ICT Watch untuk membantu mereka mempelajari dan memberantas misinformasi. Kami mendorong para pengguna untuk berpartisipasi dalam upaya menanggulangi hoax, baik sebelum maupun sesudah pemilihan umum,” tutur WhatsApp.

“Hal ini dibangun atas komitmen WhatsApp, termasuk upaya kami mengurangi jumlah pesan yang diteruskan hingga maksimal lima kali, yang ternyata dapat mengurangi 25% distribusi pesan terusan di WhatsApp,” sambungnya. (*)

Berita Terkait