Jembatan Gantung Ciledug Wetan Dibongkar Lagi

Salah Konstruksi, Sisakan Fondasi dan Tiang Utama

DIBONGKAR LAGI: Jembatan Gantung Ciledug yang awalnya sudah terpasang, kini dibongkar kembali. Kondisi tersebut terjadi karena ada kesalahan material jembatan. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
DIBONGKAR LAGI: Jembatan Gantung Ciledug yang awalnya sudah terpasang, kini dibongkar kembali. Kondisi tersebut terjadi karena ada kesalahan material jembatan.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Jembatan gantung Ciledug Wetan yang berada di atas Sungai Cisanggarung dan dibangun akhir periode tahun 2018 lalu, akhirnya dibongkar total dan hanya menyisakan fondasi dan tiang utama.

Hal tersebut dilakukan karena material jembatan yang digunakan rupanya salah dan tidak sesuai spesifikasi. Kondisi tersebut terjadi karena ada kesalahan sejak awal.

Pihak vendor penyedia material salah mengirimkan material jembatan yang dipasang untuk penghubung Blok Cihoe dan Palabuhan.

Selain tidak bisa digunakan untuk akses penyeberangan, jembatan yang harusnya sudah selesai sejak akhir Desember 2018 tersebut, kini semakin tidak jelas.

Terlebih, untuk membongkar komponen yang sudah terpasang tersebut paling tidak, dibutuhkan waktu sampai dua mingguan.

Camat Ciledug, Solihin HS kepada Radar Cirebon menuturkan, pihaknya tidak mengetahui secara persis kendala apa yang dihadapi pengembang di lapangan. Pasalnya, ia pun kesulitan untuk berkomunikasi dengan pengembang ataupun pelaksana proyek.

Sehingga, ketika ada masyarakat yang menanyakan jembatan gantung tersebut, pihaknya tidak bisa menyampaikan informasi secara utuh.

“Ke saya juga banyak yang nanya. Warga banyak yang protes mempertanyakan jembatan itu. Cuma ya itu, komunikasi dengan pelaksana sulit. Yang lama katanya diganti, sekarang yang baru belum ke sini.

Terkait kondisi jembatan apakah seperti itu saja, mengingat ini sudah lewat dari tanggal selesai di Desember 2018 lalu. Saya juga kurang paham mekanisme yang sekarang berlaku seperti apa. Apakah ini masuk ke pemeliharaan atau penambahan waktu,” ujarnya.

Tak kunjung selesainya jembatan tersebut, menurut Solihin, membuat masyarakat sekitar kecewa. Terlebih, ekspektasi awal banyak yang berharap jika jembatan tersebut bakal menjadi solusi dari persoalan akses warga yang harus melewati Cisanggarung.

“Warga otomatis banyak yang kecewa. Ini kok tak kunjung jadi. Sudah terpasang malah dilepas lagi. Malah dibongkar total hanya tersisa tiang aja. Kenapa tidak dicek saat awal? Ini yang dipasang benar atau tidak.

Kalau seperti ini kan kerja dua kali. Kalau aspek hukum saya tidak mau jawab karena bukan kapasitas saya. Kan proyek ini ada pendampingan dari TP4D, mereka lebih tahu,” imbuhnya.

Sementara itu, PPK Wilayah III Kementerian PUPR, M Nurul saat dihubungi Radar Cirebon menjelaskan, ada kesalahan bahan yang dikirim dari pabrik.

Sehingga saat ini sedang dilakukan perbaikan. “Kami masih menunggu kiriman dari pabrik. Untuk jembatan di Desa Ciledugwetan, masih garansi dari kontraktor, sekarang dilepas untuk diset ulang jembatannya,” jelasnya. (dri)