Jokowi-Prabowo Ketemu Usai Lebaran

Jokowi-Prabowo
Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Prabowo Subianto pada 17 Februari 2019 setelah debat kedua antara calon presiden menjelang pilpres. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

JAKARTA – Pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto segera terwujud. Keduanya, akan berjumpa usai Lebaran. Rekonsiliasi dua tokoh ini dinilai sangat penting untuk meredakan situasi politik yang memanas belakangan ini.

“Harapannya sebelum Lebaran. Tapi, kalau melihat situasi politik di Tanah Air sekarang, pertemuan bisa terjadi setelah Lebaran,” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (1/6).

Dia mengatakan sudah ada komunikasi terbaru terkait upaya mewujudkan pertemuan itu. Dia mengatakan Jokowi sudah mencoba jalur lain. “Sudah ada. Kita sudah ada mengirim, second track sudah dilakukan untuk melakukan pendalaman,” imbuhnya.

Menurutnya, komunikasi politik merupakan prioritas utama dalam upaya menyelesaikan persoalan bangsa. Dikatakan, siapa pun yang menjadi presiden nantinya adalah Presiden Republik Indonesia milik seluruh rakyat.

“Nanti Presiden yang akan datang bukan presiden 01 atau presiden 02 dan sebagainya. Tetapi Presiden Republik Indonesia yang sebagai tujuan akhir yang kita inginkan. Maka pertemuan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo itu harus betul-betul bisa diwujudkan dalam tempo yang secepatnya,” paparnya.

Mantan Panglima TNI ini menambahkan Jokowi sudah berupaya maksimal untuk mewujudkan pertemuan itu. Dia yakin Prabowo juga melakukan hal yang sama. Siapa yang menjadi penghubung untuk pertemuan itu? Moeldoko tak mau menyebut identitas penghubung tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendukung jika ada pertemuan antara capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Namun, bagi dia, pertemuan itu harus memiliki tujuan yang jelas.

“Tidak ada masalah ketemu. Cuma ini kan perasaan saya mereka itu bertemu bukan untuk menyelesaikan masalah, tapi untuk menenangkan rakyat. Padalah itu dua hal yang berbeda,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/5).

Menurut Fahri, pertemuan itu jangan hanya demi menyenangkan rakyat. Ia berharap berbagai persoalan yang timbul pasca-Pilpres 2019 dapat diselesaikan Jokowi dan Prabowo. Fahri berbicara soal rekonsiliasi total.

“Pilihan buat Pak Jokowi ini apa atau dengan Pak Prabowo sekaligus, rekonsiliasi total atau benturan terus-menerus,” terangnya.

 Undang Purnawirawan TNI-Polri

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengundang sejumlah purnawirawan TNI-Polri ke Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/5). Pertemuan ini merupakan silaturahmi antara para purnawirawan dengan pemerintah. Ada beberapa purnawirawan TNI dan Polri yang diundang. Antara lain, Djoko Suyanto, Wijoyo Siyono, Wismoyo Arismunandar, dan Sintong Pandjaitan

“Intinya adalah kita ingin membangun sebuah komunikasi yang baik. Mungkin kemarin-kemarin ada beberapa purnawirawan yang ada perbedaan-perbedaan dalam memandang pemerintahan sekarang. Harapan kita melalui komunikasi dengan para senior ini bisa menjembatani,” jelas Moeldoko.

Menurutnya, para purnawirawan tersebut sangat dihormati. Melalui merekalah diharapkan bisa menyampaikan berbagai hal yang bisa membawa suasana yang semakin baik.(rh/fin)