Jurnalis Cirebon dan Polisi Ajak Siswa Perangi Hoax

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy berikan sosialisasi antisipasi Hoax dihadapan 1.117 siswa SMAN 6 Cirebon, Jalan Wahidin Sudirohusodo Kota Cirebon, Selasa (19/2). FOTO: NURHIDAYAT/RADAR CIREBON
Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy berikan sosialisasi antisipasi Hoax dihadapan 1.117 siswa SMAN 6 Cirebon, Jalan Wahidin Sudirohusodo Kota Cirebon, Selasa (19/2).FOTO: NURHIDAYAT/RADAR CIREBON

CIREBON-Jurnalis Cirebon bersama Polres Cirebon Kota mengampanyekan budaya penggunaan internet secara bijak menyusul maraknya penyebaran berita palsu (hoax) dan konten bernuansa provokatif.

Kampanye digelar di lingkungan sekolah dengan sasaran para siswa yang tergolong kelompok milenial. “Media sosial membantu kita menjalin silaturahmi kepada banyak orang, bahkan dengan orang yang jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy dihadapan 1.117 siswa SMAN 6 Cirebon, Jalan Wahidin Sudirohusodo Kota Cirebon, Selasa (19/2).

Namun, sebaliknya, kata Roland, penggunaan media sosial juga berdampak tidak baik dengan mudahnya penyebaran informasi, data, foto maupun video berkonten negatif. Lebih-lebih jika konten yang tersebar mengandung unsur provokasi dan bernada membenci.

“Sehingga ujung-ujungnya menimbulkan kesalahpahaman dan menjadikan masyarakat tidak aman. Untuk itu kita semua harus komitmen menghindari dan tidak menyebarkan hoax yang berbahaya,” imbuh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

Lebih jauh, Roland mewanti-wanti para siswa untuk tidak terlibat penyebaran informasi menyesatkan, lantaran akan berakibat pada masalah hukum. Hukum pidana berupa Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), bisa digunakan untuk menjerat pelaku maupun penyebar.

Kepala SMAN 6 Cirebon Ety Nur Rochaeni, menyambut baik upaya yang dilakukan para jurnalis Cirebon dan polisi. Pihaknya sepakat jika penyebaran hoax harus diantisipasi oleh semua kalangan, terutama generasi milenial.

Eny melanjutkan, selama ini pihaknya gencar menyampaikan warning mengenai bahaya hoax. Itu dilakukan pada jam pelajaran serta saat upacara bendera pada Senin pagi. Ia juga meyakini jika generasi milenial dibekali dengan pengetahuan tersebut akan dapat mencegah penyebaran berita palsu, konten pornografi hingga ujaran kebencian. (day)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait