Juru Parkir Wajib Beri Pelayanan Terbaik

Dishub-tutup-diklat-(1)
PENGHARGAAN: Peserta edukasi mendapat piagam penghargaan usai mengikuti acara yang digelar Dishub Kuningan bekerja sama dengan STTD. Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN – Banyaknya lokasi jasa parkir di wilayah perkotaan hingga kecamatan di Kabupaten Kuningan, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kuningan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) untuk memberikan edukasi kepada juru parkir (jukir).

Saat mengikuti edukasi, para jukir diberi pemahaman tata cara melayani pelanggan. Bahkan seorang jukir wajib memberikan pelayanan terbaik, agar pengguna parkir merasa terlayani dengan baik.

“Dari beberapa pengalaman yang ada, mereka banyak yang menanyakan sebenarnya pengelolaan parkir itu seperti apa manajemennya. Misalnya gini, dia hanya tahu narik (biaya parkir, red) saja, padahal juru parkir itu harus melayani baru dibayar, jadi harus melayani dengan baik bagi para pengguna parkir,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STTD Budi Harso Hidayat ATD MT saat dimintai keterangan persnya, Kamis (18/7).

Oleh sebab itu, pihaknya memberikan diklat bagi para jukir hingga generasi milenial agar paham terhadap ketertiban lalu lintas. Sehingga sejumlah materi diberikan, agar tingkat pelanggaran lalu lintas juga dapat diturunkan.

“Misalnya materi soal perparkiran, bagaimana parkir yang benar, lokasinya di mana, cara menatanya seperti apa dan lainnya. Ada juga kelas khusus untuk pengenalan rambu dan marka, mereka akan mengenal lebih jauh terkait rambu dan marka jalan dan apa fungsi serta bagaimana penempatannya,” ungkapnya.

Di samping itu, lanjut dia, lokasi parkir juga ada aturan yang menentukan apakah diperbolehkan atau tidak. Misalnya seperti di tanjakan, jembatan, tikungan maupun dekat persimpangan jalan.

“Ada batasan, jarak 30 meter sebelum simpang jalan itu tidak boleh jadi lokasi parkir. Jadi ada parkir yang di badan jalan dan di luar jalan, tapi biasanya yang mengganggu itu memang di badan jalan,” ujarnya.

Sekali lagi, dia menekankan, agar para juru parkir dapat melayani pengguna parkir dengan cara bijak. Bukan hanya saat mengambil retribusi parkir, namun juga dengan pelayanan yang ramah.

“Jadi jangan hanya pas ngambil biaya parkir baru nongol. Jadi harusnya begitu pengguna parkir datang, dilayani untuk menempati posisi parkirnya, baru nanti biaya parkir diminta. Terus juga saat pengguna parkir mau keluar, tanya juga mau ke arah mana, biar betul-betul terlayani. Istilahnya kita layani dulu baru kita ambil retribusinya,” bebernya.

Dia menjelaskan bahwa kegiatan STTD ini sebenarnya untuk peningkatan kemampuan dan penyegaran kemampuan dalam bidang transportasi darat. Transportasi darat itu ada LLAJ untuk bidang jalan dan juga perkereta-apian dari sisi aspek keselamatan.

“Mudah-mudahan dengan peningkatan SDM ini, kondisi lalu lintas di Kuningan karena semakin banyak SDM yang paham dalam berlalu lintas yang baik dan benar maka dapat menekan angka kecelakaan. Sekaligus dapat meningkatkan keselamatan dalam berlalu lintas, dan tata kelola lalu lintas semakin baik,” harapnya.

Selain pemberian materi, pihaknya juga mengadakan simulasi atau praktik secara langsung. Nantinya di akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi dari keseluruhan materi terhadap para peserta.

“Sehingga diharapkan aspek keselamatan tertata, perparkiran tertata, dan ASN di luar lingkungan dishub akan lebih paham dengan dunia transportasi. Kita berikan mereka pengetahuan orientasi mengenai lalu lintas ini,” pungkasnya. (ags)