Kabel Listrik Melintang, Pernah Makan Korban

BAHAYA: Pohon bambu menyentuh kabel listrik. Sebelumnya, pernah ada korban meninggal dunia, diduga akibat peristiwa tersebut. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
BAHAYA: Pohon bambu menyentuh kabel listrik. Sebelumnya, pernah ada korban meninggal dunia, diduga akibat peristiwa tersebut.FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Warga Desa Wiyong, Kecamatan Susukan, dibuat khawatir atas keberadaan kabel listrik yang melintang mengenai pepohonan. Pasalnya, pernah ada warga yang tewas, diduga akibat memotong batang bambu yang melintang dan mengenai kabel tersebut.

Seperti yang terjadi di Blok 6 Desa Wiyong. Terlihat kabel tiang listrik menyentuh pepohonan bambu yang tumbuh dengan lebat. Kepala Dusun Blok 6 Desa Wiyong, Kasim menuturkan, pemilik pohon bambu juga tidak berani melakukan penebangan.

Tidak lantas diam. Diakui Kasim, pemerintah desa telah melakukan permintan perbaikan kepada pihak PLN di wilayah Kecamatan Arjawinangun. Telah diusulkan dan juga dilakukan peninjauan, namun penanganannya tidak kunjung terlaksana.

Lanjut Kasim, pihak PLN justru meminta pemerintah desa melakukan penanganan sendiri, dengan menebang pohon dan menopang kabel yang turun menggunakan bambu.

“Sudah dilaporkan dan benar ditinjau. Tapi untuk penanganannya belum kelihatan. Pernah kita usulkan lewat telepon, katanya suruh menebang sendiri dan kabel yang turun disangga menggunakan kayu.

Cuma ya tidak berani. Karena sebelumnya sekitar tahun 2013, pernah ada yang meninggal akibat menebang pohon bambu yang menempel dengan kabel listrik yang terkelupas,” ujarnya, kemarin.

Kasim mengatakan, pemerintah desa tidak berani mengambil risiko dan enggan menyuruh pekerja untuk melakukan penebangan.

Selain korban meninggal dunia, kata Kasim, sebelumnya ada juga warga yang tersengat aliran listrik di kakinya saat beraktivitas di dekat pohon yang bersentuhan dengan kabel listrik. Beruntung, korban tidak sampai meregang nyawa seperti sebelumnya.

“Ada dua korban. Satu meninggal dunia dan satu lagi masih bisa diselamatkan. Saat ini di Desa Wiyong, ada sekitar 3 titik kabel yang perlu segera dilakukan upaya penanganan,” katanya.

Salah satu warga Sudi (27), juga mengaku “ngeri” melihat kabel listrik yang turun dan mengenai pohon bambu itu. Dirinya berharap, pihak berwenang dapat segera menangani masalah di desanya. Seperti melakukan pemangkasan pohon bambu yang menyentuh kabel dan dilakukan upaya perbaikan kabel yang turun itu.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, seharusnya segera dilakukan upaya penanganan oleh ahlinya. Jangan sampai memakan korban karena ketidaktahuan warga jika dipaksakan menebang pohon yang menyentuh kabel listrik,” jelasnya. (ade)