Kandidat Sekda, Yoyon Siap, Iing Mengalir Saja

Ilustrasi- kusri jabatan Sekda
Ilustrasi- kusri jabatan Sekda

CIREBON-Jabatan pemimpin tinggi pratama atau sekretaris daerah (sekda), merupakan puncak jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten/kota. Tidak semua pejabat mempunyai kompetensi dan persyaratan untuk mendudukinya.

Yang sudah memenuhi persyaratan pun berhitung kembali, pasalnya orang yang terpilih harus mumpuni mengimplementasikan kebijakan pemerintah, sekaligus menjadi jembatan aspirasi ASN kepada pemerintah. Sebut saja seorang sekda adalah panglimanya sebuah wilayah kabupaten/kota.

Setelah Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi, kini giliran  Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon Ir H Yoyon Indrayana MT yang buka suara terkait lelang jabatan terbuka atau open bidding jabatan sekretaris daerah (sekda).

Menurutnya, secara formal bila diperintahkan atasannya untuk mengikuti open bidding, dirinya akan melaksanakannya. Yoyon menekankan, bukan perkara siap tidak siap, bila ada perintah atau tugas sebagai ASN harus selalu siap.

Artinya bila lelang jabatan dibuka, kemudian walikota memerintahkannya untuk ikut, dipastikan dirinya patuh pada perintah untuk mengikuti seleksi. Untuk kompetensi dirinya menjadi sekda, dia serahkan penilaian kepada panitia seleksi (pansel).

Yoyon pun tak sungkan untuk menjawab bila dia terpilih menjadi sekda. Yang dilakukan yang pertama dari sisi internal Pemkot Cirebon adalah optimalisasi sumber daya manusia (SDM). Ini penting dilakukan, dirinya akan berupaya untuk meningkatkan daya saing Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugasnya dalam pemerintahan melalui pengembangan SDM yang berbasis kompetensi.

“Optimalisasi dan pengembangan SDM ini harus dilakukan secara terintegrasi guna menciptakan ASN yang berkualitas dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” ungkapnya kepada Radar Cirebon.

Yang kedua dari sisi eksternal, sebagai pelaksana kebijakan, pihaknya akan melaksanakan dan mendukung penuh visi misi Walikota dan wakilnya. Yakni mewujudkan Kota Cirebon sebagai kota wisata berbasis budaya dan sejarah.

Sementara kandidat potensial lainnya yakni Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon Iing Daiman SIP MSi mengatakan, sampai saat ini belum terpikir untuk ikut atau tidak dalam open bidding sekda ini. “Aduh kebayang juga nggak. Saya mengukur diri dan introspeksi, kompetensi saya untuk menjabat sekda sepertinya belum sampai ke situ,” ucapnya, merendah.

Mantan kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon ini, lebih memilih segala sesuatunya mengalir saja. Tentunya sebagai seorang birokrat dan ASN, juga dituntut untuk siap diperintah. Nah, bila itu yang terjadi dirinya akan menjalankan perintah tersebut. Tapi bila tidak, dirinya tidak terlalu ngoyo untuk ikut open bidding. “Banyak pejabat di Pemkot Cirebon mempunyai kompetensi menjadi sekda, mungkin lebih baik dari saya,” imbuhnya.

Iing yang pernah meraih predikat PNS teladan Se-Jawa Barat Tahun 2016 ini menyebutkan, sebagai birokrat tentusemua memiliki peluang dan harapan untuk terus berkarir. “Doakan aja yang terbaik, yang penting saya berupaya terus belajar dan bekerja sebaik mungkin. Selagi pimpinan memberikan kepercayaan ke saya insya Allah saya dimanapun ditugaskan, saya siap,” pungkasnya. (gus)

Berita Terkait