Kang Ato Maestro Tarling Terbaik Tutup Usia

Sunarto Marta Atmaja. Kang Ato nama bekennya. Wafat di usia 74 tahun. FOTO: IST/RADAR CIREBON
Sunarto Marta Atmaja. Kang Ato nama bekennya. Wafat di usia 74 tahun.FOTO: IST/RADAR CIREBON

CIREBON-Maestro terbaik tembang gitar dan suling (tarling) berpulang. Dia adalah Sunarto Marta Atmaja. Kang Ato nama bekennya. Wafat di usia 74 tahun. Kata sang anak, dulu warga yang lewat depan rumah mereka pasti teriak; Kang Ato Ayame Ilang.

KANG Ato Ayame Ilang merupakan judul dari sebuah cerita drama tarling yang populer pada tahun 1968 hingga 1975. Karya maestro tarling legendaris tersebut masih segar di ingatan pendengarnya. Kepada Radar Cirebon, Aan Handoyo (51), anak pertama Kang Ato, menyimpulkan isi dari drama tarling itu.

Dikatakan, dalam suatu cerita drama tarling, Kang Ato berpacaran dengan seorang wanita cantik. Suatu ketika, saat sedang berkunjung ke rumah sang pujaan hati, Kang Ato disambut ayah dari wanita cantik itu. Si ayah rupanya  terusik dan seketika mengusir Kang Ato keluar rumah sambil menanyakan maksud dan tujuan berkunjung ke rumahnya.

“Saat posisi begitu, perempuannya langsung menjawab. Kata si perempuannya, nggak Pak, ke sini tuh (Kang Ato, red) lagi mencari ayam,” cerita Aan menirukan cerita yang pernah disampaikan ayahnya. Tidak cukup dengan jawaban sang anak, ayah wanita itu itu kembali bertanya; “Ayam, ayam apa?. Lalu perempuan itu jawab lagi, ayam ilang pak,” lanjut Aan.

Cerita yang dihadirkan Kang Ato melalui drama tarling itu diakui Aan cukup terkenal. “Itu terkenal sekali. Zaman dulu kalau ada orang numpang naik truk atau mobil bak lewat depan rumah pasti teriak; Kang Ato Ayame Ilang. Dan akhirnya dibikin lagu, ya judulnya Kang Ato Ayame Ilang,” bebernya.

Akhirnya, dari cerita tersebut, julukan Kang Ato Ayame Ilang melekat kepada Sunarto Marta Atmaja hingga akhir hayatnya. Bahkan akan terus terkenang oleh pecinta musik tarling dan budaya Cirebon. Cerita atau drama tersebut juga sudah dibuatkan CD (compact dics) oleh almarhum.

Halaman: 1 2 3 4