Kang Ato Maestro Tarling Terbaik Tutup Usia

Sunarto Marta Atmaja. Kang Ato nama bekennya. Wafat di usia 74 tahun. FOTO: IST/RADAR CIREBON
Sunarto Marta Atmaja. Kang Ato nama bekennya. Wafat di usia 74 tahun.FOTO: IST/RADAR CIREBON

Putri bungsu Kang Ato, Ferdiani (39), kepada Radar Cirebon menceritakan kondisi terakhir sang ayah. Sekitar 2 minggu sebelum kepergiannya, almarhum sempat mengalami kecelakaan akibat bersenggolan dengan mobil boks ketika sedang mengendarai motor di sekitar Pasar Minggu, Kecamatan Klangenan. Saat itu Kang Ato mengalami luka luar dan dilarikan ke RS Sumber Waras, Kecamatan Ciwaringin.

“Alhamdulillah saat itu nggak apa-apa. Hanya luka luar. Nggak ada luka dalam. Ditangani di rumah sakit, setelah itu sudah bisa pulang dan sehat. Sudah bisa ke mana-mana,” tutur Ferdiani di kediaman ayahnya.

Bahkan 4 atau 5 hari menjelang wafatnya, dikatakan wanita berkerudung itu, sang ayah masih dalam kondisi sehat dan menyempatkan diri berkunjung ke rumah Ferdiani di Kecamatan Jamblang. Namun, Jumat (4/1) kondisi almarhum tak seperti biasanya. Enggan untuk makan, meski anak-anaknya sudah menawari makanan kesukaannya. “Ya udah saya beliin ketoprak aja, karena kesukaan bapak ketoprak. Kalau dibeliin ketoprak biasanya habis. Tapi, sudah dibelikan, tetap nggak dimakan juga,” tukasnya.

Hingga pagi hari di hari terakhirnya, Kang Ato hanya makan sesuap empal gentong yang disediakan putrinya. “Dikasi makan empal sama kakak. Tapi baru satu suap udah gak mau. Udah dua hari bapak gak doyan makan,” ujarnya.

Tidak seperti biasanya, lanjut Ferdiani, Kang Ato juga tak mau dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Meski anak-anaknya telah menyarankannya. “Bapak gak mau sama sekali ke rumah sakit. Padahal biasanya manja, sakit sedikit pengennya ke rumah sakit. Ya namanya orang tua. Tapi hari-hari terakhir itu responnya juga udah gak ngomong banyak. Angguk-angguk saja,” ujar Ferdiani.

Halaman: 1 2 3 4