Kapal Kayu Tenggelam, 13 Tewas

TenggelamHISTERIS: Keluarga korban penumpang kapal kayu yang tenggelam tak kuasa menahan tangis ketika mendengar keluarganya ikut tewas, kemarin. Foto: Jawa Pos

JAKARTA- Kecelakaan kapal maut terjadi di perairan Makassar. Kecelakaan tersebut diduga terjadi karena ombak yang begitu tinggi.

Jumlah korban meninggal dunia mencapai 13 orang dan 24 penumpang selamat. Sayang, tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah penumpan kapal tersebut.

Kabidhumas Polda Sulawesi Selatan Kombespol Dicky Sondani menjelaskan bahwa kecelakaan kapal tersebut terjadi siang hari, sekitar pukul 13.00. Kapal itu kemungkinan tengelam karena ombak yang terlalu tinggi. “Memang siang tadi ombak tinggi sekali,” ujarnya.

Kapal tersebut membawa penumpang dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Paotere. Masalahnya, kapal tersebut bukan kapal resmi yang memiliki izin. “Kapal ini milik pribadi yang digunakan sebagai angkutan penumpang tanpa proses perizinan,” ujarnya.

Kondisi itu membuat pemilik kapal tidak memiliki manifest atau daftar penumpang kapal. “Tidak ada tiket, tidak ada daftar yang dimiliki,” terangnya dihubungi Jawa Pos, kemarin.

Dengan kondisi itu, petugas terus berupaya untuk terus melakukan pencarian. Saat evakuasi siang hari terdapat 37 penumpang yang ditemukan oleh petugas, 13 orang diantaranya meninggal dunia dan 24 orang selamat. “Namun, kami belum mengetahui berapa jumlah pasti penumpang,” ujarnya.

Siapakah pemilik dari kapal tersebut? Dia mengatakan bahwa Polda belum mengetahui siapa pemilik kapal tersebut. Petugas juga masih berupaya untuk melakukan pertolongan pada penumpang. “Pemilik belum diketahui,” jelasnya.

Kemungkinan, nahkoda dari kapal tersebut selamat. Dia mengatakan bahwa pendataan sedang dilakukan kepada para penumpang selamat. “Nanti akan diketahui nahkodanya yang mana,” ujarnya.

Sementara itu Muhamad Syaiful, Kepala Posko Mudik Harian Perhubungan Laut mengatakan, jika kecelakaan kapal tenggelam terjadi di Perairan Makassar.

Kapal jenis jallioro tersebut berlayar dari Pulau Barrang Lompo menuju Paotere. “Itu jenis kapal kayu kecil. Biasanya untuk jarak dekat saja,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu kemarin.

Syaiful menjelaskan, jika pihaknya tengah berkoordinasi dengan SAR dan KNKT untuk keterangan lebih lanjut. “Sekarang ini tim dari KNKT sudah berada di lokasi kejadian,” ungkapnya. (idr/lyn)