Kapolres Sebut Belum Ada Pidana Pemilu, Katanya Hanya Salah Ketik

Kapolres Ciko AKBP Roland Ronaldy
Kapolres Ciko AKBP Roland Ronaldy

CIREBON-Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy mengaku belum menerima laporan mengenai adanya pelanggaran pidana pemilu.

Hingga proses pleno rekapitulasi tingkat Kota Cirebon, pihaknya tidak mendapatkan laporan mengenai pidana, baik dari partai politik peserta pemilu maupun Bawaslu. “Pidana pemilu? Tidak ada, kita belum terima laporan,” ujar Roland saat dikonfirmasi Radar Cirebon terkait dugaan permainan peralihan suara partai ke caleg.

Dikatakan Roland, pihaknya memang pernah menerima aduan, namun hal itu bukan merupakan pidana pemilu. Salah satu partai politik, sambung kapolres, mengadukan tentang adanya kesalahan dalam input data usai pleno di KPU. “Kemairn itu memang ada, tapi bukan pidana pemilu, tapi salah ketik,” imbuh mantan penyidik KPK tersebut.

Aduan tersebut kemudian ditindaklanjuti KPU dalam pleno perbaikan. Pleno tersebut dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang ditemukan oleh saksi parpol. “Informasi yang saya dapat, karena pada saat pleno awal, selesai pleno itu ditandatangani di berita acara. Terus pada pagi harinya ada perubahan. Ada saksi yang lihat yang melaporkan berubah dari pleno yang pertama pada pagi harinya,” jelas Roland.

Namun hal itu, dikatakan Roland, tak dilaporkan sebagai pelanggaran pidana pemilu dan hanya faktor kelalaian manusia atau human error. Setelah diperbaiki, hasil rekap kemudian dikirim ke KPU Provinsi Jawa Barat pada Minggu (5/5). “Info yang saya dapat cuma salah ketik, dan ini belum ada laporan juga dari KPU (kalau ada pelanggaran pidana, red),” tegas Roland.

Senada, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Deny Sunjaya menyatakan jika pun ada laporan pidana pemilu pihaknya akan menindaklanjuti melalui penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). Gakkumdu merupakan gabungan dari KPU, Bawaslu, polisi dan Kejaksan Negeri Kota Cirebon.

“Kita bahas dulu di Gakkumdu, baru setelah itu keluar rekomendasi apakah dilanjutkan ke proses hukum atau hanya perbaikan. Kalau perkiraan kami sih itu salah ketik karena faktor kelelahan, mungkin,” ujar Deny. (day)