Kasihan, Empat Pencari Kerja Tertipu Loker di Facebook, Uang Jutaan Amblas

Empat pencari kerja Ayip, Dimas, Zuarsih dan Karnengsih tertipu loker MLM di Bandung.FOTO:DOK. RADAR CIREBON

CIREBON-Nasib malang dialami empat pencari kerja asal Cirebon, Majalengka, dan Indramayu. Mereka malah tertipu oleh orang yang baru dikenalnya melalui media sosial facebook. Akibatnya, jutaan rupiah uang mereka amblas.

Keempat pencari kerja tersebut adalah Ayip (17), Dimas (18) keduanya warga Desa Gintung Ranjeng, Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon dan Zuarsih (19) warga Lemahsugih Kabupaten Majalengka serta Karnengsih (25) warga Desa Bongas, Kabupaten Indramayu. Mereka awalnya tidak saling kenal. Namun, mereka bertemu di perusahaan yang bergerak di bidang multi level marketing (MLM) wilayah Bandung.

Kepada awak media, Ayip menceritakan awalnya mencari informasi lowongan kerja (loker) melalui media sosial. Dia kemudian berkenalan dengan orang yang mengaku dari Magelang. Pelaku menawarkan pekerjaan dengan gaji yang menjanjikan. Ayip pun tertarik. Keduanya lalu bertukar nomor telepon dan mulai berkomunikasi melalui whatsapp.

“Dia meminta Rp10 juta biar masuk. Janjinya, nanti digaji Rp3,5 juta perbulan ditambah fee perbulan Rp3,5 juta, dan komisi lainnya hingga mencapai puluhan juta perbulan. Karena saya ingin kerja. Jadi saya minta uang ke orang tua,” ucapnya di kediamannya, Rabu (9/10).

Setelah mendapat restu dari orang tua, bermodalkan uang Rp6 juta dan sepeda motor, Ayip membulatkan tekadnya untuk merantau ke Bandung. Bermaksud bertemu dengan pelaku untuk bekerja seperti yang dijanjikan. Sampai di Bandung, di salah satu rumah, dia pun bertemu dengan pelaku.

Awal transaksi, surat-surat lengkap dan bermaterai. Pelaku juga menjanjikan uang Ayip akan dikembalikan jika tidak sesuai dengan yang dijanjikan. “Saat itu, saya kaget setelah ditandatangani tidak satupun surat-surat diberikan kepada saya. Tetapi, di simpan mereka,” terangnya.

Ayip mencoba tenang, dia mengikuti alur pelaku. Tapi, setelah satu bulan di rumah tersebut, Ayip semakin heran karena bekerja hanya rapat dan rapat. Bahkan, dia juga tidak diperbolehkan memegang handphone. Tidak hanya itu saja, nomor kontak keluarga juga dihapus semua oleh mereka.

“HP saja dipegang mereka. Bahkan, saat keluar dari rumah itu harus dikawal. Sehingga ke mana-mana mereka selalu mengikuti saya. Tapi, saya coba tetap tenang karena saya tidak sendiri ada yang lainnya juga,” katanya.

Ayip mengaku, yang membuat dia lebih kesal motor miliknya dijual oleh pelaku lantaran uang pendaftaran masuk kerja Ayip dianggap kurang. Ayip berusaha berontak. Tetapi, pelaku memberikan alat berbentuk bulat terbuat dari kaca yang katanya untuk pengobatan, sehingga amarah Ayip berhasil diredam. “Saya tidak tahan, akhirnya saya kabur. Tapi, alamat rumah itu tidak saya catat, gak sempat,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Zuarsih warga Majalengka yang ikut kabur karena sudah tidak tahan. Zuarsih mengaku sudah menyetorkan uang sebesar Rp5 juta dengan modus yang sama persis dengan Ayip. “Sama yang dijanjikan seperti itu, gaji besar dengan fee besar. Apa lagi saat bawa teman akan tambah besar fee-nya,” kata Zuarsih. (cep)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait