MUSUH demonstran Hongkong tambah satu lagi: stasiun kereta bawah tanah. Yang di sana disebut MTR. “MTR ini sudah ketularan komunis,” teriak demonstran.

DUNIA listrik Indonesia memasuki era baru –era unit 1.000 MW. Bulan depan, Oktober. Itulah era teknologi ultra super critical. Itulah pembangkit terbesar yang bisa

SAYA tiba kembali di Lahore. Sepertinya. Ups, ini Birmingham, Inggris. Hanya kelihatannya seperti Lahore.  Begitu banyak orang Pakistan di Birmingham. Lengkap dengan

SAYA harus ke Irlandia. Kalau bisa. Saya harus ke perbatasannya. Kalau ada waktu. Agak jauh memang. Harus menyeberang laut. Tapi di situlah problem

GETAH itu sampai ke London. Sebagian orang Hongkong mendemo perwakilan Inggris. Mereka minta status BNO disempurnakan. Saat ini terdapat 170 ribu orang

SAYA pikir ‘Hyde Park’ sudah mati. Sudah kehilangan relevansi. Sudah kalah dengan medsos. Ternyata masih hidup. Yang berpidato di situ masih semangat.

BEGITU ingin saya menulis Papua. Begitu sering saya ke Papua. Dulu. Pun saat menjadi Dirut PLN. “Berapa persen pegawai PLN yang asli

JUMAT pagi lalu saya di Wimbledon. London Barat. Nanggung sekali. Mau balik ke pusat kota London takut ketinggalan salat Jumat. Mau langsung

BEGITU banyak yang usul: agar saya mengangkat editor bahasa. Agar naskah yang saya tulis diperiksa dulu oleh editor bahasa. Tujuannya jelas: Agar

BEGITU mendarat di London hebohnya bukan main. Kamis kemarin. Perdana Menteri Inggris yang baru, Boris Johnson, membekukan parlemen. Di negara cikal bakal