Kebakaran di Gunung Ciremai Padam, Heli Water Bombing Masih Stand By

Tim melakukan mop up atau pembersihan sisa-sisa kebakaran dengan peralatan seadanya dan akhirnya seluruh kawasan hutan Ciremai di wilayah Kuningan dinyatakan sudah aman, Selasa (13/8) pukul 15.00 WIB. FOTO:BPBD FOR RADAR KUNINGAN
Tim melakukan mop up atau pembersihan sisa-sisa kebakaran dengan peralatan seadanya dan akhirnya seluruh kawasan hutan Ciremai di wilayah Kuningan dinyatakan sudah aman, Selasa (13/8) pukul 15.00 WIB. FOTO:BPBD FOR RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Upaya tim gabungan penanganan kebakaran hutan di kawasan puncak Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) akhirnya membuahkan hasil. Selama tujuh hari petugas berjibaku memadamkan kobaran api di puncak Gunung Ciremai, akhirnya dinyatakan padam, Selasa (13/8).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengungkapkan, sejak Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB tim gabungan mulai melakukan mop up atau pembersihan sisa-sisa kebakaran dengan peralatan seadanya. Hingga pukul 15.00 WIB, akhirnya dinyatakan seluruh kawasan hutan Ciremai di wilayah Kuningan sudah aman.

Alhamdulillah berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, akhirnya kebakaran hutan Ciremai hari ini dinyatakan padam. Seluruh personel Damkarhutla Kuningan yang terlibat dalam penanganan kebakaran kawasan hutan Ciremai sudah ditarik mundur ke Posko Palutungan,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Agus, masih ada beberapa personel dari BPBD dan juga MPGC Palutungan yang masih siaga hingga beberapa hari ke depan termasuk satu unit heli water bombing milik BNPB masih stand by di helipad Palutungan. Terkait sampai kapan keberadaan personel dan helikopter di sana, Agus mengaku belum bisa memastikan mengingat kerawanan kebakaran masih mungkin terjadi.

“Kalaupun masih terlihat ada kepulan-kepulan asap kecil, kami pastikan itu sudah dilokalisir. Oleh karena itu, pesawat heli water bombing milik BPNPB direncanakan kembali akan dikerahkan untuk pendinginan pada Rabu pagi jika kondisi cuaca mendukung,” ujar Agus.

Terkait kawasan yang terbakar, Agus mengatakan, data terbaru menyebutkan kebakaran lahan hutan Ciremai terjadi di ketinggian 2.600 Mdpl hingga puncak yaitu 3.078 Mdp yang banyak ditumbuhi tanaman bunga edelweis. Adapun luas lahan yang terbakar, Agus meralat keterangan sebelumnya yang menyebutkan mencapai 378 hektare, ternyata mencapai 343 hektare saja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan Ciremai mulai dari personil BPBD, TNI, Polri, Satpolhut TNGC, MPGC dan para relawan dari berbagai komunitas pecinta alam. Semoga kebakaran hutan Ciremai tidak terulang lagi. Selanjutnya, untuk patroli penanganan lanjutan kami serahkan kembali kepada Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC),” pungkas Agus. (fik)