Keberadaan Lapak Pedagang Lemprakan Pasar Sumber Dikeluhkan

PEDAGANG-LEMPRAKAN
LAPAK LEMPRAKAN: Terlihat garis garis di depan jalan pasar untuk pedangang lemprakan yang tidak kebagian lahan di dalam Pasar Sumber. Foto : Ilmi Yanfaunnas/Radar Cirebon

CIREBON – Sebanyak 30 pedagang yang menempati toko di Pasar Sumber, Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan pembuatan lapak pedagang lemprakan. Karena keberadaan lapak lemprakan dinilai akan menutupi toko.

Di depan toko mereka sudah terpasang petak-petak lapak untuk pedagang lemprakan. Satu petak lapak untuk pedagang lemprakan berukuran sekitar satu meter persegi.

“Kalau pedagang lemparakan di sini semua, kami ketutup. Lalu yang beli ke toko kami bagaimana jalannya,” kata Jon (76) pedagang sembako di Pasar Sumber, Senin (11/2).

Jon menyebutkan, petak-petak lapak lemprakan tersebut dibuat pada Minggu (10/2) dini hari tanpa melibatkan para pedagang toko. Karena kecewa, sebagian dari mereka pun menghapus petak lapak tersebut.

“Saya ini jualan daging. Kalau daging datang itu banyak, gimana cara mengangkutnya saat jalannya tertutup. Pembeli juga banyak yang pakai daging. Ini bagaimana kalau jalan tertutup, bisa-bisa sepi,” kata pedagang lainnya, Tarini (54).

Menurut Jon, pedagang lemprakan tersebut membeli lapak itu seharga Rp 60 ribu. Mereka akan berjualan dari pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB.

“Tapi tidak mungkin kalau mereka hanya sampai pukup 06.00 WIB. Sampai siang pun pasti masih buka. Kan pembeli masih ramai. Jadi jelas kami tidak setuju,” kata Jon.

Menurut pedagang yang menempati toko, jalan tersebut untuk lalu lintas, bukan untuk berjualan. Mereka juga sudah mengajukan surat pernyataan keberatan atas kehadiran pedagang lemprakan yang nantinya berjualan di depan toko.

Sejauh ini, para pedagang yang menempati toko sudah mengajukan surat kepada dinas terkait untuk pembatalan pembuatan lapak di depan toko mereka.

“Ini dibuat sama Ikatan Pedagang Sumber. Kami tidak dilibatkan. Inginnya mereka semua masuk ke pasar. Ini katanya nanti kanan kiri semua dibuat garis untuk lemprakan hingga ke perempatan pasar sumber dan itu untuk 800 pedagang. Otomatis kami semua ketutup,” tegas Tarini. (imi)