Kebut Perbaikan Tol Cipali, PT LMS Optimis Tuntas H-10

ilustrasi

SUBANG-PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku Operator Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sudah siap menyambut arus Mudik 2019. General Manager Operasional PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Suyitno Sari mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah dan upaya dalam mengantisipasi kepadatan kendaraan pada arus mudik dan balik.

“Terutama dalam menghadapi kemacetan karena jumlah kendaraan yang cukup banyak dengan periode waktu yang sedikit,” ungkap Suyitno kepada wartawan di Gedung Serbaguna Kantor PT LMS Jl Cilameri, Kabupaten Subang, Rabu (15/5).

Berdasarkan data yang diperoleh, pada tahun 2018 kendaraan yang melintasi Cipali H-10 hingga H+10 mencapai 1.544.896 unit. Sementara untuk tahun 2019, diprediksi kendaraan yang akan melitas selama angkutan lebaran mencapai 1.733.895. Untuk puncak arus mudik, diperkirakan akan terjadi pada tanggal 31 Mei 2019 atau H-5 lebaran.

Sementara untuk arus balik, puncaknya diperkirakan terjadi pada tanggal 9 Juni 2019 atau H+3 lebaran. Untuk itu, pihaknya juga terus berupaya melakukan perbaikan sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan maupun bergelombang. “Kita juga memastikan proses perbaikan di beberapa titik ruas jalan Tol Cipali, baik di jalur A maupun di Jalur B akan rampung sebelum H-10,” tegasnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi kepadatan di gerbang tol, pihaknya juga akan meningkatkan pelayanan transaksi pembayaran tol. Caranya dengan menambah gardu operasi di gerbang Tol Palimanan menjadi 26 gardu. Sementara di kondisi normal, biasanya gardu yang dibuka hanya 12.

Selain itu juga ada penambahan petugas tol sebanyak 78 orang yang dibagi menjadi 3 shift. “Sementara di Gardu Palimanan akan ada penambahan pembukaan gardu operasi. Selain itu, tersedia juga tambahan 10 mobile reader di GT Palimanan dan masing-masing 2 mobile reader di gerbang samping,” terangnya.

Sementara untuk memanjakan para pemudik, pihaknya akan menambah berbagai fasilitas di rest area. Antara lain merenovasi toilet yang ada di resta area tipe B, bekerja sama dengan pengelola resta area untuk membangun masjid baru yang iconic di KM 166A, serta penambahan lapangan parkir, dan juga persiapan lainnya. “Bulan Januari yang lalu kami bersama dengan grup Astra juga telah melakukan sinergi penghijauan Cipali. Di mana kurang lebih sebanyak 6.000 pohon ditanam di lahan sekitar 20 hektare di area interchange dan median,” tuturnya.

Pada musim mudik kali ini, tambah Suyitno, PT LMS juga mengusung kampanye yang bertema Inspirasi Mudik Lebaran di Tol Cipali 2019. Seperti tahun sebelumnya, pihaknya akan menginformasikan kepada para pengguna melalui buku saku yang berisi informasi pusat kuliner dan wisata di sekitar Cipali. Tujuannya, jika terjadi kemacetan panjang di dekat rest area, pengguna tol bisa keluar dan mencari rumah makan atau musala terdekat untuk istirahat.

Selain itu, bisa juga dimanfaatkan untuk mengisi BBM ataupun top up di minimarket atau bisa menikmati kuliner dan wisata di sekitar Cipali lalu kembali masuk ke tol. “Tarif Cipali dihitung Rp876 per kilometernya. Sehingga kalau ditotal biayanya sama dengan jika tidak keluar tol,” pungkasnya. (awr)