Kebutuhan Zebra Cross di Pertigaan Sindangwasa Mendesak

zebra-crosss-sindangwasa
ARUS PADAT: Warga meminta pembuatan zebra cross di perrtigaan jalan Pos Boboko Desa Sindangwasa, Kecamatan Palasah zebra cross. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA -Jalur penyeberangan atau zebra cross di pertigaan pos Boboko tepatnya di Desa Sindangwasa Kecamatan Palasah sangat dibutuhkan. Salah seorang warga sekitar Iman Wahyudi mengatakan kebutuhan sarana penyeberangan jalan tersebut sangat mendesak seiring volumearus lalu lintas di jalur tersebut cukup ramai.

“Kalau pagi hari anak-anak sekolah harus menunggu masyarakat sekitar untuk membantu menyeberang jalan. Sebagian besar siswa SD Sindangwasa itu dari sebelah utara. Sementara lokasi sekolahnya berada di sebelah selatan,” kata pria yang juga guru di sekolah tersebut.

Iman menyebutkan, keberadaan sarana penyeberangan itu sangat mendesak. Tidak hanya itu, arus lalu lintas di jalur tersebut cukup padat, terutama saat jam-jam tertentu seperti jam masuk kerja perusahaan atau pabrik.  Sehingga zebra cross dibutuhkan untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terlebih ruas jalan tersebut berstatus jalur nasional atau jalur tengah kabupaten Majalengka.

“Perubahan status jalan sangat menyulitkan masyarakat untuk bergerak salah satunya inisiatif untuk membuat zebra cross sendiri. Karena kalau kami bergerak sendiri takut disalahkan atau kena sanksi dari pemerintah. Jadi kami serba kebingungan,” ujarnya.

Iman menambahkan, titik tersebut merupakan pertigaan jalan yang menghubungkan jalur Kabupaten Majalengka tepatnya menuju Rajagaluh via Desa Karamat, Waringin, dan Desa Trajaya Kecamatan Palasah. Sehingga aktivitas kendaraan baik roda dua dan empat juga selalu ramai lancar akibat pertemuan dua arus lalu lintas.

Pihaknya juga meminta Dinas Perhubungan memperhatikan traffic light yang kondisinya sudah rusak. Dari empat lampu yang menyala berwarna kuning (perhatian) itu hanya menyala satu lampu saja.

“Lampu traffic light ada empat. Dua di atas dan dua lagi dibawah. Yang menyala itu hanya diatasnya saja. Itu pun hanya satu lampu saja,” tandasnya.

Salah seorang warga setempat, Maman mengaku sering membantu menyeberangkan anak-anak sekolah di pagi hari. Namun beruntung sekarang ada warga sekitar yang ikut membantu selain mengatur arus lalu lintas juga menyeberangkan anak-anak.

“Tentu sangat mendesak kebutuhannya. Mudah mudahan diperhatikan oleh dinas terkait. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Artinya kita upayakan meminimalisir adanya korban,” tambahnya. (ono)