Keindahan Seni Bela Diri Wushu Diminati Pelajar

Seni Bela Diri Wushu
GESIT: Pelatih Wushu Danu Sudirja (74) ketika sedang mempraktikkan salah satu jurus wushu, kemarin. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Wushu merupakan seni bela diri asal Tiongkok yang sudah lama diterima masyarakat Indonesia, termasuk Cirebon. Kini, olahraga wushu sudah digandrungi generasi muda Cirebon. Bahkan, beberapa sekolah telah menerapkan wushu sebagai kegiatan ekstrakulikuler (ekskul).

Salah satu pelatih Wushu yang masih eksis adalah Danu Sudirja (74). Sedikitnya, enam pelajar dari tingkatan pendidikan SMP hingga SMA di Cirebon, rutin dilatihnya setiap pekan.

Usia seperti bukan penghalang. Pengabdiannya mewariskan ilmu wushu kepada peserta didik, telah dilakoni puluhan tahun.

Danu mengatakan, wushu adalah bela diri dengan mengedepankan seni yang universal. Gerakannya merupakan warisan yang masih lestari dan abadi hingga saat ini. Ragam jurus ada pada bela diri tersebut. Mulai dari tangan kosong hingga menggunakan alat.

“Konsep wushu terbagi dalam seni dan gaya. Setiap anak didik yang berlatih, selalu dituntut untuk sportif dan profesional. Karena misi wushu adalah mencerdaskan anak-anak melalui sumber daya manusia yang handal dengan terus mau untuk belajar dan berlatih,” katanya.

Danu atau yang memiliki nama Mandarin Chen Fu An ini, mempunyai harapan kepada setiap muridnya. Yakni bisa menjadi generasi muda penerus wushu, melalui setiap ilmu yang diberikannya.

Dikatakan Danu, wushu salah satunya mengandalkan kekuatan fisik. Yakni dengan mengolah energi atau chi.

Rangkaian karakter, kata Danu, juga tidak kalah penting untuk dipelajari. Melalui wushu, ia juga berharap generasi muda dapat tercerdaskan.

“Kita mengawali jurus pemula kepada anak yang baru ikut berlatih. Artinya tangan kosong atau tanpa alat. Jika sudah memahami konsep, akan dibagi teknik atau gaya dengan menggunakan alat. Termasuk menggunakan toya, tombak, pedang, atau dobel golok, dan sebagainya. Pejuang wushu harus menguasai teknik atau gaya menggunakan alat yang di mainkannya,” ujarnya.

Pelatihan yang diberikan Danu juga secara bertahap. Dilakukan per semester. Jika dinyatakan layak, berlanjut pada tahap selanjutnya. Menurutnya, jurus wushu sangatlah luas. Salah satunya ada yang namanya jurus Naga.

“Selanjutnya akan kita buka jurus Chi Kang dan itu beda lagi karakternya. Beda teknis untuk merangkai jurus. Lanjut akan kita buka We Hung sampai dua semester. Kemudian setelah We Hung, kita buka lagi gaya yang lebih tegas, Chin Wei. Lanjut sampai ke tingkat Whing Chun yang membutuhkan permainan tangan dan fisik kuat. Whing Chun ini latihannya menggunakan kayu,” bebernya.

Salah seorang murid Danu ketika berlatih wushu, Shelyn mengatakan, tertarik belajar wushu karena di dalamnya mengajarkan jurus atau bela diri yang indah. Danu juga menilai, anak didiknya selalu antusias dan menunjukan perkembangan yang baik dalam setiap sesi pertemuannya. (ade)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait