Kejuaraan Terbuka Kota Bandung Jadi Ujian Perdana 5 Petarung Muda Kota Cirebon

MUAYTHAI-Kota-Cirebon
SIAP TEMPUR: Sejumlah atlet muaythai Kota Cirebon mengikuti program latihan jelang kejuaraan terbuka di Kota Bandung yang berlangsung bulan Februari 2019. FOTO: TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON

CIREBON – Muaythai Indonesia (MI) Kota Cirebon begitu berambisi melahirkan petarung andal di masa depan. MI terus menggeber program pembinaan atlet muda demi regenerasi yang lebih baik.

Tidak hanya fokus melaksanakan pemusatan latihan, induk cabor bela diri asal Thailand itu pun sudah membidik kejuaraan pertamanya tahun ini. Ketua Umum MI Kota Cirebon, Rafo Lattuppesirissa mengatakan, akan menurunkan lima petarung dalam kejuaraan terbuka yang akan digelar di Kota Bandung, Februari mendatang.

Dari kelimanya, hanya satu yang merupakan anggota tim Porda Jabar XIII/2018, yakni Andika Restu Pangestika. Sisanya adalah atlet pemula.

Andika merupakan peraih medali perak Porda 2018 di kelas 65 kg putri. Pada pertarungan di Bandung bulan depan, dia bobotnya naik ke kelas 67 kg. “Andika masih sangat muda. Usianya baru 19 tahun dan dia masih sangat potensial untuk Porda berikutnya di tahun 2022. Semangat juangnya juga sangat tinggi,” kata Rafo.

Selain Andika, MI Kota Udang akan menerjunkan Edwin Dedrik (kelas 32 kg putra), Zinedine Zidane (43 kg putra), Meisya Pradita (48 kg putrid), dan Shylvana Agoestha (54 kg putri). Edwin dan Mesyia merupakan petarung termuda yang akan diturunkan di Bandung. Keduanya masih berusia 10 tahun dan baru menginjak kelas VI sekolah dasar (SD).

Meski masih tergolong usia dini, Rafo mengakui, mereka sebagai talenta muda paling potensial yang dimiliki MI Kota Udang. Edwin dan Meisyia sudah membuktikan tekadnya saat mengikuti kejuaraan di Kota Tasikmalaya, pertengahan tahun lalu. Ketika itu, mereka berhasil menjadi juara setelah memukul KO lawannya di final.

“Walau masih tergolong anak-anak, tapi mental bertarungnya sangat bagus. Edwin dan Meisyia punya lutut yang kuat dan itu jadi senjata andalan mereka di atas ring. Saya berharap mereka akan bersinar di usia senior nanti,” kata Rafo.

Potensi Shylvana juga tidak kalah dari keempat rekannya. Petarung junior yang masih duduk di bangku kelas XII itu salah satu atlet terbaru binaan MI. “Asal dia konsisten, saya yakin Shylvana bakal jadi petarung yang hebat. Saat ini tinggi badannya 172 sentimeter. Sangat ideal untuk seorang petarung putri,” beber Rafo.

Kendati menurunkan para petarung andalannya, Rafo tak mematok target muluk-muluk di Kota Bandung. Menurut dia, kejuaraan terbuka itu hanya untuk menambah jam terbang sekaligus menguji kemampuan anak asuhnya di level provinsi. “Sempat berpikir untuk tidak ikut. Tapi sayang juga kalau dilewatkan. Kejuaraan itu bagus untuk pengalaman anak-anak junior,” pungkasnya. (ttr)

Berita Terkait