Keluarga Eti Ruhaeti Bakal Gelar Syukuran Selamat dari Hukuman Mati di Saudi

Eti Ruhaeti
Muriah (kanan) bersama Misnan, menunjukkan foto Eti Ruhaeti. Muriah bersyukur keponakannya selamat dari jeratan hukuman mati di Saudi. Foto: Istimewa /Radar Majalengka

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, menyambut baik informasi bebasnya Eti Ruhaeti binti Yoyib dari hukuman mati di Arab Saudi. Kepala Desa Cidadap, Kapiyudin berterima kasih kepada pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Saudi Arabia yang berupaya maksimal bernegosiasi dengan kerajaan Arab Saudi.

“Alhamdulillah ini merupakan kabar baik bagi keluarga dan masyarakat Cidadap khususnya. 19 tahun pemeritah Indonesia telah berjuang membebaskan Eti yang terancam hukuman mati. Dan akhirnya bisa dibatalkan,” kata Kapiyudin dihubungi Radar Majalengka melalui telepon selulernya, Senin (15/7).

Kapiyudin berharap setelah proses pembebasan Eti rampung, warga RT 02 RW 01 itu bisa segera diproses administrasi untuk pemulangan oleh pemerintah Indonesia. Sehingga Eti bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Jangka waktu 19 tahun merupakan waktu yang sangat lama untuk membebaskan Eti Ruhaeti. Disinggung apakah akan ada syukuran dalam menyambut kepulangan pahlawan devisa tersebut, Kapiyudin mengaku belum bisa berbicara banyak soal itu.

Baca:

Kepulangan Eti Ruhaeti dari saudi tunggu Administrasi

Mengira Eti Sudah Dieksekusi Mati, Keluarga Sempat Gelar Pernah Tahlilan

Bebas dari Hukuman Mati di Arab Saudi, TKI asal Majalengka Ditebus Rp15,2 Miliar

“Kita tidak memikirkan itu dulu. Yang terpenting dia (Eti, red) bisa selamat dan kembali ke kampung halamannya. Ya mungkin saja kita akan gelar syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas kebebasan Eti yang 19 tahun ditahan di Saudi Arabia,” tukas Kapiyudin.

Sementara itu, pihak keluarga Eti mengaku belum mengetahui secara pasti apakah benar anggota keluarganya itu dibebaskan dari hukuman pancung.

“Alhamdulillah gembira kalau sudah benar dibebaskan. Semoga cepat pulang berkumpul kembali dengan keluarga. Apalagi jika pulang, bisa menyaksikan anaknya menikah,” ungkap bibi Eti, Muriah didampingi kakak ipar Eti, Misnan.

Menurut Misnan, kabar pembebasan dan kepulangan ini sudah dinanti sejak lama. Sebab akhir tahun 2018 tepatnya Sabtu 3 September lalu. Kedutaan Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh pernah berkunjung ke rumah kakak kandung Eti, Engkoy. Kala itu, pihak kedutaan memberi kabar jika pihaknya tengah berupaya membebaskan Eti dengan melakukan penggalangan dana yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU).

Halaman: 1 2