Keluarga Mita Penderita Infeksi Kulit Serius Pasrah Dirawat di Rumah

Mita yang mengalami infeksi serius pada kakinya menjalani perawatan di rumah. FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
Mita yang mengalami infeksi serius pada kakinya menjalani perawatan di rumah. FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON-Berharap mendapatkan penanganan yang lebih baik. Keluarga Mita hanya bisa gigit jari. Mita (22), warga RT 01 RW 06, Kampung Kedung Krisik Selatan, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon yang menderita infeksi kulit serius itu, hanya mendapatkan perawatan di rumah saja.

Menurut Amah, saudara Mita, sebelumnya pada hari Jumat (4/1), Mita sudah sempat dirujuk ke Rumah Sakit Budi Luhur. Tetapi oleh salah seorang dokter yang bertugas di rumah sakit itu, Mita diperiksa dan kemudian diperkenankan untuk pulang kembali.

Padahal, saat itu pihak keluarga sudah menyiapkan segala keperluan saat Mita dirawat. “Waktu itu sudah dirujuk ke rumah sakit. Diperiksa sebentar. Terus balik lagi. Padahal kalau mita dirawat, keluarga sudah siapin keperluanya. Terus katanya hari Selasa datang lagi kesana untuk berobat. Jadi ya sudah,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Meski begitu, Amah mengaku, bersyukur karena masih ada yang peduli dengan kondisi mita. obat dan keperluan perawatan Mita selama menjalani perawatan di rumahnya telah disuplai oleh Puskesmas Sitopeng dan beberapa lembaga donasi. Termasuk Iis Nur Aisah SKep, perawat dari Puskesmas Sitopeng yang setiap hari bersedia untuk merawat Mita dengan mengganti perban, membersihkan luka terbuka dan mengingatkan Mita untuk rutin minum obat.

“Untuk keperluan obat, perban dan yang lain lainya itu masih cukup. Ya, alhamdulillah karena masih ada yang peduli. perawat yang dari puskesmas juga setiap hari masih datang untuk mengganti perban” katanya.

Sementara itu, Ibunda Mita, Anisah (57) mengaku, pihak keluarga hanya bisa pasrah dan berharap agar Mita lekas mendapatkan kesembuhan. Kendati begitu dirinya menghawatirkan  selama dirawat di rumah, Mita tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Seperti diketahui, keluarga Mita merupakan keluarga miskin dan tidak mempunyai pendapatan tetap. “Saya sih pasrah saja. Tidak tahu menahu. Dokternya bilang nggak perlu dirawat ya diikutin saja,” pungkasnya. (awr)

Yuk! Baca Juga, Berita Terkaitnya

Terkini Lainnya