Keluarga Tarki Anggota Linmas yang Meninggal saat Bertugas Jaga TPS Mengaku Ikhlas

Keluarga Tarki saat ditemui radar Cirebon di kediamannya. FOTO:CECEPNACEPI/RADARCIREBON.COM
Keluarga Tarki saat ditemui radar Cirebon di kediamannya.FOTO:CECEPNACEPI/RADARCIREBON.COM

CIREBON-Meskipun sempat di politisir tetang meninggalnya anggota KPPS dalam tugas, keluarga Tarki (62) anggota Linmas yang meninggal dunia setelah bertugas di TPS 05 warga Blok 1, RT 005 RW 001, Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon mengaku ikhlas. Pihak keluarga tidak menyalahkan siapapun atas kematian Tarki.

Meskipun, penyebab meninggalnya Tarki disebabkan karena kurang tidur selama bertugas sebagai linmas di TPS 05. “Sebelum tugas, beliau sehat saja dan tidak sakit. Tapi, setelah tugas beliau menjadi kurang darah  dan sakit, karena tidak tidur dua hari, jaga TPS. Awalnya kami berobat saja ke dokter. Tapi, malah semakin parah dan dirujuk ke RSUD Arjawinangun,” ujar Asbuna, istri Tarki.

Menurutnya,  setelah menjalani perawatan medis, luka Tarki semakin parah. Tarki tidak kuat lagi menanggung penderitaannya, sehingga menutup usianya di RSUD Arjawinangun pada selasa (23/4) sekitar pukul 09.00 WIB. “Penyebabnya gak tidur mas, dua hari dalam tugas. Tapi,  kami keluarga tetap iklas dengan kepergian beliau, mungkin ini takdir beliau pergi setelah bertugas,” terangnya.

Sementara itu, anak bungsu korban Mangsur (25) mengaku dirinya melihat muka lelah ayahnya yang berat dalam melaksanakan tugas sebagai linmas TPS 05 hingga pulang pagi. “Beliau sampai kurang tidur dua hari karena lelah. Terus kurang makan kurang tidur, jadi ngedrop. Kemudian saya bawa ke Rumah Sakit Arjawinangun,  kemudian di sana tuh langsung ngedrop lagi darahnya naik, terus ya langsung meninggal,” katanya saat di temui radarcirebon.com di rumahnya, Selasa (14/5).

Mangsur mengaku, usai orang tuanya meninggal, pihaknya sudah mendapat uang santunan dari Pemerintah Daerah. Pihaknya juga menyadari, kematian Tarki adalah Takdir. “Ini sudah takdir bapak, kami keluarga iklas,” ujarnya. (cep)