Keluhan Warga Pesisir, Benarkah Debu dari Aktivitas Pelabuhan?

Seorang warga menunjukkan debu diduga dari aktifitas Pelabuhan. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
Seorang warga menunjukkan debu diduga dari aktifitas Pelabuhan.FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Debu dari aktivitas bongkar muat batu bara menjadi persoalan serius. Seperti halnya yang dirasakan warga Kampung Kenduruan, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Tidak sedikit dari mereka, mengalami gangguan pernafasan yang ditandai dengan batuk secara berkelanjutan.

Penyakit adalah dampak yang paling utama di khawatirkan sejumlah warga RT 4 RW 5, kampung setempat. ¬†Kondisi tersebut terjadi secara berulang setiap tahun. Saat kemarau dengan angin kencang, lagi-lagi warga dipaksa merasakan ‘ampas’ yang sangat merugikan.

“Saya sendiri batuk-batuk. Sudah di periksakan di Puskesmas, memang katanya akibat debu. Sudah setiap tahun seperti ini. Saat kemarau dan angin kencang, bahkan lebih parah,” pengakuan salah seorang warga, Ebah (54) kepada Radar Cirebon.

Dampak kasat mata yang setiap hari dikeluhkan, adalah kotornya baju yang sedang di jemur di luar ruangan dan lantai rumah yang jarang terlihat bersih akibat debu. Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kenduruan, dipaksa melakukan tugasnya secara lebih. Bahkan dalam satu hari, mereka menyapu lantai hingga belasan kali.

“Baju putih yang paling kelihatan kotornya kalau lagi di jemur. Kalau kotor ya ngga hilang. Mau hilang kudu di cuci lagi. Debu nya kemana-mana. Di lantai, kaca rumah, genteng, harus sering bersih-bersih aja pokoknya,” kata Rohmah (34), yang juga warga setempat. (ade)