Kemarau Panjang, Warga Ramai Buat Sumur Bor

BUAT SUMUR BOR: Warga Kelurahan Kaliwadas, Blok Bandongan, Kecamatan Sumber, kini beramai-ramai membuat sumur bor karena kondisi kekeringan, kemarin (7/10).FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON – Kemarau panjang yang masih terjadi, membuat banyak sumur warga menjadi kering. Alhasil, banyak yang kembali membuat sumur bor. Warga Kelurahan Kaliwadas, Blok Bandongan, Kecamatan Sumber, Ayu Slamet mengatakan, sumur miliknya saat ini dalam keadaan dangkal.

“Sama sekali tidak ngocor krannya. Lagi pada asat (dangkal, red) semua. Jadi ya terpaksa buat sumur bor lagi,” ungkap Ayu saat dijumpai Radar Cirebon, Senin (7/10).

Sebelumnya, dia membuat sumur dengan kedalaman 4-8 meter, karena saat ini sedang dangkal, pihaknya mencoba membuat sumur bor dengan kedalaman 12-16 meter. “Saya coba ngebor dengan 3-4 paralon. Satu paralon panjangnya 4 meter.

Mudah-mudahan dengan ngebor yang semakin dalam, maka airnya akan semakin awet dan deras. Sehingga, kalau lagi kemarau atau kekeringan nggak asat lagi. Nggak susah ngangsu air ke tetangga,” tuturnya.

Untuk membuat sumur bor ia harus merogoh kocek dari Rp2 juta sampai 3 juta. Tergantung kedalamannya. Kalau 12 meter cukup Rp2 juta. Lebih dari itu mencapai Rp3 juta.

Warga lainnya, Kanapi juga mengaku, untuk kebutuhan air rumah tangga, dirinya harus membeli galon air isi ulang. “Saya setiap harinya harus (ngangsu) ambil air lima-sepuluh galon. Bahkan kadang beli, satu galonnya kalau beli Rp3.000. Ini untuk keperluan mandi dan masak keluarga saya,” bebernya.

Pihaknya sangat berharap ada perhatian pemerintah daerah untuk bisa membantu pengadaan air bersih. Sehingga bisa membantu warga lainnya yang sumurnya mengalami kekeringan. “Mudah-mudahan ada bantuan air bersih untuk kami. Sebab sumur banyak yang sudah kering,” ujar Kanapi.

Di tempat terpisah, petani asal Desa Bangodua, Kecamatan Klangenan, Ahmad (54) mengungkapkan, musim kemarau tahun ini dirasa cukup mengkhawatirkan. Sebab, saat ini para petani dan masyarakat telah mempersiapkan diri untuk antisipasi pencegahan kekeringan yang berkepanjangan seperti melakukan pengeboran sumur, hingga kedalaman 20-30 meter. “Tergantung letak tanah dan sawahnya. Tapi saya dengar memang sudah banyak yeng melakukan pengoboran,” kata Ahmad.

Para petani berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Diungkapkan Dartam (40) petani asal Kecamatan Plered, hampir di tiap tahunnya pembuatan sumur bor senantiasa dilakukan secara bergotong-royong. Hal ini dilakukan demi mengairi areal persawahan di saat mengalami kekeringan.

Meskipun saat ini, ada beberapa petani yang tengah melakukan pengeboran sumur. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon turut dan segera memberikan bantuan dalam pembuatan saluran irigasi atau sumur bor.

“Kami semua inginnya mendapat bantuan untuk pembuatan sumur. Kalau bisa merata, semuanya mendapatkan bantuan. Selama ini yang saya tahu pemkab memberikan bantuan milih-milih atau tidak rata,” jelasnya. (via)

 

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait