Kenalkan Ansor-Banser lewat “Film Bumi Itu Bulat”

SEMANGAT: Ratusan anggota Ansor-Banser terlihat begitu antusias saat hendak menonton film Bumi Itu Bulat, (12/4). FOTO: ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON
SEMANGAT: Ratusan anggota Ansor-Banser terlihat begitu antusias saat hendak menonton film Bumi Itu Bulat, (12/4).FOTO: ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON

CIREBON-Film “Bumi Itu Bulat” sudah mulai tayang sejak Kamis (11/4) kemarin. Sudah dua hari pemutaran, namun antusias masyarakat terutama dari kalangan Ansor-Banser terhadap film tersebut cukup tinggi.

Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Cirebon, Yoyon Syukron Amin saat ditemui Radar Cirebon di sela-sela nonton bareng film Bumi Itu Bulat bersama ratusan kader Ansor-Banser Cirebon di CGV Grage City mengatakan film tersebut sangat tepat untuk ditonton, karena di dalamnya berisi informasi terkait peran dan tugas Banser di tengah dinamika persoalan sehari-sehari.

“Ini sedikit banyak menggambarkan seperti apa Banser itu. Perannya dalam masyarakat dan menjaga keharmonisan dalam menjaga kerukunan sesama manusia,” ujarnya.

Dijelaskannya, ada beberapa poin yang bisa diambil dari film tersebut di antaranya istilah hijrah yang belakangan marak digunakan oleh sebagian orang hijrah tersebut masih salah difahami, sehingga pelaksanannya pun terkadang tidak seperti seharusnya.

“Dalam film ini ada pembahsan soal hijrah, hijrah itu tidak boleh menutup diri, tapi berubah ke arah yang lebih baik. Dari sisi ibadahnya, sosialnya dan hal-hal positif lainnya,” imbuhnya.

Menurut Yoyon, film yang dibintangi Mathias Muchus ini sangat recommended untuk ditonton. Terlebih alur cerita dan kisahnya sangat sesuai dengan kondisi sekarang, sehingga film ini bisa ditonton semua kalangan.

“Film ini mengajarkan kita untuk saling menghormati, saling menghargai meskipun kita berbeda-beda. Film sangat layak ditonton dan penuh dengan nilai-nilai kebaikan,” jelasnya. (dri)