Kenalkan Bahaya Kawin Anak dengan Program Literasi

NGABUBURIT-BARENG-KELUARGA-LITERASI-CIREBON-DAN-RUMAH-KITAB
Puluhan bocah dan remaja di RW 04 Kelurahan Kasepuhan, Kota Cirebon, menjelang azan Magrib bersemangat dan antusias membaca buku-buku, kemarin (14/5) sore. Foto: Istimewa/radarcirebon.com

CIREBON – Puluhan bocah dan remaja di RW 04 Kelurahan Kasepuhan, Kota Cirebon, menjelang azan Magrib bersemangat dan antusias membaca buku-buku, kemarin (14/5) sore. Buku yang dibaca mereka disediakan gratis dari sejumlah pegiat komunitas literasi Cirebon.

Tidak hanya membaca, sebagian anak-anak asyik bermain adu ketangkasan ala tradisional yang dipandu pegiat literasi. Hingga Magrib tiba, mereka menikmati buka puasa bersama.

Kegiatan edukatif tersebut diinisiasi pengurus RW 4 Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon bersama Rumah Kita Bersama (Kitab), bertajuk “Ngabuburit Bareng Keluarga Literasi Cirebon”. Sejumlah komuintas literasi di Cirebon hadir mendukung acara tersebut.

Baca:

Rumah Kitab Latih Pencegahan Kawin Anak

Angka Kawin Anak di Kota Cirebon Tinggi, Ini Beberapa Penyebabnya

Ketua RW 4 Kelurahan Kasepuhan, Nani Faryani, mengatakan, pengurus ingin mengubah kebiasan anak-anak di lingkungannya sedikit demi sedikit. Dari kebiasaan anak yang sibuk dengan gawai menjadi gemar membaca buku.

“Memang susah ya, tapi kalau diawali seperti ini (disambut antusias), insya Allah ke depannya akan berjalan. Catatanya, para pegiat literasi juga jangan berhenti sampai di sini, harus berkelanjutan membantu kami,” harapnya.

Setali tiga uang, program literasi terkait dengan upaya pencegahan kawin anak di lingkungan RW 4 Kelurahan Kasepuhan. Selain itu, program yang sudah berjalan di RW 4 yakni Posyandu Remaja sebagai ruang konseling bagi masyarakat terkait bahaya kawin anak.

“Kami melibatkan dokter puskesmas terkait konsultasi bahaya pernikahan dini, edukasi reproduksi. Kebetulan juga di lingkungan RW kami setiap pekannya sudah diadakan Car Free Day dengan kegiatan senam. Sekarang program bertambah nih, jadi setelah senam kita nyambung ke membaca. Nanti kita arahkan begitu,” terang Nani.

Menurut Project Officer Rumah Kitab, Jamaudin Mohammad, budaya literasi harus ditumbuhkan sejak anak-anak. Karena itu, Ngabuburit Bareng Keluarga Literasi Cirebon yang mengedukasi masyarakat budaya membaca patut diapresiasi semua pihak terutama pemerintah, agar berkelanjutan.

Karena menurutnya, budaya literasi sangat penting untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan anak. “Dengan pengetahuan dan wawasan luas, diharapkan anak-anak bisa tercegah dari kawin anak. Itu sesuai dengan tema yang kami kampanyekan; mencegah kawin bocah dengan membaca,” ungkapnya.

Jamal menyebutkan, selain di RW 4 juga RW 9 Kelurahan Kasepuhan, ke depan Rumah Kitab mengagendakan deklarasi di RW 17 Kelurahan Pegambiran, Kota Cirebon, sebagai RW Layak Anak. Sejauh ini Rumah Kitab lewat program Berdaya sudah melakukan pendampingan di dua kelurahan tersebut terkait kampanye bahaya kawin anak sejak Ramadan 2018.

“Kita sudah dua tahun berjalan membina dan penguatan kapasitas bagi remaja, orang tua, dan tokoh formal/nonformal di Pegambiran dan Kasepuhan. Kami juga sudah melakukan beberapa kegiatan di Pegambiran seperti pembuatan mural untuk kampanye bahaya kawin anak,” tuturnya.

Terkait rencana deklarasi RW Layak Anak, Rumah Kitab sudah menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak di Kota Cirebon seperti Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (DSPPA), Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP), Dinkes, Kemenag dan lainnya. Selain itu, Rumah Kitab juga sudah melakukan audiensi dengan Wakil Walikota Cirebon, Selasa (14/5).

Sehingga diharapkan deklarasi RW 17 Kelurahan Pegambiran sebagai RW Layak Anak bisa terealisasi dengan dukungan semua pihak. “Karena dibutukan sinergi, kerja sama, menyatukan persepsi pelbagai pihak dalam penanggulangan dan pencegahan kawin anak di Kota Cirebon,” tandas kiai muda asal Babakan Ciwairingin, Cirebon, itu.

Untuk diketahui, Ngabuburit Bareng Keluarga Literasi Cirebon didukung sejumlah komunitas literasi. Sebut saja, Pustaka Pedati, Utopia, Pustaka Pelajar, Pojok Baca Al-Hikmah, Jalan Juang, Literasi Senja, Pustaka 71, Ikamasaba, Pustaka Jalanan, turut mendukung bahaya kawin anak dengan membaca. (hsn)