Kepulangan TKW Asal Kalipasung dari Singapura Sempat Terjadi Ketegangan di Bandara

TKW-KALIPASUNG2
LBH Gerakan Kemanusiaan dan Keadilan (kiri) bersama Disnaker Kabupaten Cirebon dan PT Indotak Jaya Abadi di Kantor Penempatan dan Perlindungan TKI (P2TKI) Disnaker Kabupaten Cirebon, menandatangani surat pernyataan terkait kepulangan Sumiyanah, TKI asal Kalipasung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (3/8). Foto: Istimewa

CIREBON – Proses kepulangan Sumiyanah (30), TKW asal Desa Kalipasung, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, secara umum tidak menemukan kendala. Hanya saja, saat tiba di bandara sempat terjadi ketegangan.

Hal itu diceritakan Faozan TZ, selaku kuasa hukum Sumiyanah dari LBH Gerakan Kemanusiaan Keadilan, kepada Radar Cirebon. Menurut Fauzan, itu karena baik Kementerian Luar Negeri, agen penyalur tenaga kerja dan pihak keluarga sama-sama menjemput di bandara.

“Kemenlu membawa ambulans karena Sumiyanah katanya harus tetap dirawat. Dan perusahaan penyalur tenaga kerja juga merasa berhak menjemput,” terang Faozan.

Baca: TKW Asal Kalipasung di Singapura Akhirnya Bisa Pulang

Ketegangan kemudian mereda ketika semua pihak sepakat dan bersedia menandatangani surat pernyataan. Surat pernyataan tersebut pada prinsipnya menyatakan, jika serah terima Sumiyanah dilakukan dengan format dari Kementerian Ketanagakerjaan kepada Dosnakertrans Kabupaten Cirebon.

“Dan Kementerian Luar Negeri pada prinsipnya telah memulangkan dari Singapura ke tanah air dengan selamat,” tutur Faozan.

Meski sudah tiba di rumah, kondisi Sumiyanah belum sepenuhnya sehat. Ia harus menjalani perawatan untuk kesembuhannya. “Tetapi kami bersyukur yang penting Bu Sumiyanah sudah di rumah,” kata Faozan.

Atas nama keluarga pihaknya menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah baik Kementerian, dinas dan semua pihak yang membantu kepulangan kliennya. Ia juga berharap tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa para pahlawan devisa.

Halaman: 1 2