Kerahkan Helikopter Mi-8, Kebakaran Hutan Ciremai Padam

Kabupaten Kuningan
HELIKOPTER-WATER-BOMBINGPEMADAMAN: Pesawat water bombing helikopter Mi-8 milik BNPB mengambil air dari Situ Cipariuk di Desa/Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, untuk ditumpahkan ke titik kawasan hutan Ciremai yang terbakar. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Kehadiran pesawat water bombing helikopter Mi-8 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sukses memadamkan kebakaran hutan Ciremai yang sudah berlangsung selama 14 hari. Pengerahan helikopter pemadam tersebut dilaksanakan sudah dua hari sejak Sabtu (13/10) dan Minggu (14/10) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Berangkat dari Bandara Penggung Cirebon, pesawat pemadam tersebut kemudian melakukan pengisian air dari Situ Cipariuk di Desa/Kecamatan Pasawahan. Dilanjutkan pengeboman lahan yang terbakar dengan cara menumpahkan air 4.000 liter ke lokasi yang masih mengeluarkan asap.

“Alhamdulillah kebakaran hutan Ciremai sudah dinyatakan padam sejak Sabtu sore secara manual dilanjutkan pembasahan menggunakan pesawat Mi-8 milik BNPB terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Pada hari Sabtu pembasahan dilakukan sebanyak 12 kali di Blok Bintangot, Cileutik, Gunung Dulang dan Batu Arca,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin kepada Radar Kuningan, Minggu (14/10).

Dilanjutkan pada hari Minggu, lanjut Agus, pembasahan lahan atau water bombing kawasan hutan Ciremai masih dilakukan di tiga lokasi yang terpantau masih mengeluarkan asap. Yaitu di Blok Batu Arca, Sigedong dan Cicangkrung sebanyak 14 kali pengeboman.

“Sebelumnya, tim gabungan dari BPBD, TNGC, MPA dan relawan telah melakukan mop up atau penyisiran titik-titik asap yang berpotensi menyala kembali secara manual menggunakan jet shooter. Dilanjutkan pada Minggu sore pembasahan oleh helikopter Mi-8 di daerah-daerah yang berpotensi terbakar tadi,” papar Agus.

Pembasahan lahan Ciremai menggunakan pesawat helikopter masih dilakukan pada Senin (15/10) siang tadi untuk memastikan seluruh titik rawan tersebut aman. Adapun lokasinya, ditentukan berdasarkan pantauan dan kondisi pada waktu yang tepat.

“Kami masih menempatkan personel di posko di Lapangan Sepak Bola Pasawahan yang bertugas memantau kawasan hutan Ciremai siang dan malam. Pada hari Senin (siang tadi, red) kembali dilakukan water bombing sesuai kondisi terbaru,” ujarnya.

Sementara itu, kebakaran hutan Ciremai yang berlangsung sejak 30 September tersebut telah menghanguskan sekitar 1.310 hektare lahan Ciremai. Bermula dari titik api terlihat pertama dari kawasan hutan Blok Erpah, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, api sempat merembet jauh hingga menjangkau kawasan Kebun Raya Kuningan (KRK) di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan. Kemudian berbalik arah ke Timur hingga berakhir di Blok Bintangot, Desa Seda, Kecamatan Mandirancan. (fik)