Kerajinan Rotan Cirebon tidak Dilirik Pemudik

Salah satu toko kerajinan rotan Cirebon di jalur Pantura Desa Tegalwangi. FOTO:ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON
Salah satu toko kerajinan rotan Cirebon di jalur Pantura Desa Tegalwangi.FOTO:ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON-Kabupaten Cirebon merupakan wilayah penghasil kerajinan rotan terbesar di Indonesia. Sentra kerajinan rotan tersebut hampir tersebar di beberapa kecamatan. Yang paling menonjol dan terkenal berada di Kecamatan Weru. Tepatnya di Desa Tegalwangi, yang kini ditetapkan menjadi sebuah kampung wisata.

Kampung wisata Tegalwangi atau yang biasa disebut Kampung Rotan Galmantro, menjadi sentra para perajin rotan yang dilakukan secara home industry. Pengunjung bisa dengan mudah melihat aktivitas pengolahan rotan di setiap rumah. Ada beberapa pembagian blok sesuai dengan jenis pekerjaan. Ada yang khusus untuk anyaman, furniture, dan lainnya. Tujuan adanya kampung wisata sendiri untuk meningkatkan pasar supaya bisa dinikmati oleh masyarakat.

Namun, hal ini tak membuat para pemudik yang melintasi wilayah Cirebon berhenti di kampung wisata tersebut. Kebanyakan para pemudik lebih memilih menyinggahi tempat oleh-oleh atau tempat kuliner khas Cirebon. Serta tempat perbelanjaan modern.

Salah satu pemudik dari Tulung Agung yang singgah ke Cirebon, Ageng (34) tidak mengetahui kalau di Cirebon ada kampung wisata rotan. Dia hanya mengetahui kampung wisata batik dan kuliner khas Cirebon saja. “Saya mampir dulu ke rumah kerabat di Cirebon. Tapi tidak tahun ada kampung wisata rotan. Saya tahunya, di Cirebon ada kampung batik dan makanan khas saja,” ucapnya.

Pengrajin rotan Desa Tegalwangi, Juju (56) mengatakan, setiap lebaran, para pemudik jarang sekali yang mampir ke showroom-nya. Padahal, lokasi showroom banyak, ada di pinggir jalan pantura.

Nggak tahu kenapa. Yang mudik ke Cirebon jarang sekali mampir ke sini. Padahal kan banyak showroom kerajinan di pinggir jalan pantura. Mungkin promosi kepada masyarakat luar tentang kampung wisata rotan kurang. Makannya mereka belum tahu ada kampung wisata rotan di Cirebon,” katanya.

Juju berharap kampung wisata rotan lebih dikenal oleh masyarakat. “Mudah-mudahan lebaran tahun depan banyak pemudik yang datang ke sini biar tambah ramai,” pungkasnya. (imi)