Kerugian Kebakaran Gunung Margatapa Capai Rp 40 Miliar

Gunung Margatapa Kebakaran
Gunung Margatapa yang berada di antara Kelurahan Cicurug dengan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, terbakar. Foto: Onto Cahyono/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Peristiwa kebakaran gunung Margatapa di Blok Sukamulya dan Dukuhhurip, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, termasuk yang cukup hebat. Kerugian karena kebakaran itu ditaksir hingga puluhan miliar rupiah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Agus Permana menyebutkan, sudah merilis surat ke bupati dan wakil bupati serta Sekda selaku kepala BPBD terkait laporan akhir bencana tersebut.

“Kebakaran di gunung tersebut terjadi di dua Blok yakni Sukamulya dan Dukuh Hurip. Namun kami baru catat di Blok Sukamulya saja, karena Dukuhhurip belum terdata,” kata Agus, Minggu (15/9).

Agus menyebutkan, total kerugian mencapai Rp 39.931.000.000 atau hampir mencapai Rp 40 miliar. Data tersebut dihitung dari 12,1 hektare lahan yang terbakar di kelurahan Babakan Jawa dibagi menjadi dua kategori masing-masing nilai kerusakan dan nilai kerugian.

Untuk nilai kerusakan sebesar Rp 39.930.000.000 dan nilai kerugian Rp 1 juta. Jumlah tersebut diprediksi masih terus bertambah seiring data di blok Dukuhhurip belum dihitung secara utuh. “Karena perlu waktu untuk menghitung secara utuh dan keseluruhan,” imbuhnya.

Menurutnya, vegetasi atau daerah terdampak akibat peristiwa kebakaran gunung Margatapa di antaranya lahan perkebunan dan tanaman kebun milik masyarakat yakni Bambu, Mahoni, Jati, Mangga, Sendok Keling, Sengon, Petai dan Alba.

Mantan camat Ligung ini menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi Jumat (13/9) tersebut. Api baru diketahui sekitar pukul 15.00 WIB.

Bencana kebakaran hutan dan lahan Gunung Margatapa di Blok Sukamulya Kelurahan Babakanjawa Kecamatan Majalengka itu bermula terlihat kepulan asap dan api cukup besar. Tim BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman secara manual serta melakukan koordinasi dengan pemadam kebakaran (Damkar), TNI/Polri dan relawan serta aparat desa dan masyarakat.

“Dari pukul 19.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB api masih cukup besar. Baru pada Hari Sabtu pagi pukul 09.45 WIB api sudah dapat dikendalikan namun masih terlihat ada bara di beberapa titik bekas pohon dan pokok bambu yang terbakar,” ungkapnya.

Kemudian tim masih terus melakukan pemantauan. Pada pukul 19.00 WIB, Sabtu (14/9) terlihat bara dan titik api di sebelah puncak barat dan tim BPBD langsung melakukan upaya pemadaman hingga pukul 21.00 WIB. Api dinyatakan sudah padam namun pemantauan tetap dilakukan sampai pukul 24.00 WIB, dan dinyatakan api sudah benar-benar padam.

“Ada banyak kendala yang kami hadapi. Di antaranya selain medan yang cukup terjal, juga angin kencang mempercepat sebaran api yang merembet ke lahan lainnya. Disamping keterbatasan peralatan pemadaman dan alat pelindung diri hingga jumlah personel dan faktor kelelahan para petugas,” ulasannya.

Pihaknya terus melakukan pemetaan area terdampak hingga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar lokasi agar tidak melakukan pembakaran lahan. BPBD terus melakukan pemantauan untuk memastikan api sudah padam dan lokasi sudah aman. (ono)

Berita Terkait