Ketua MUI Minta Dakwah Harus Merangkul Umat

awr-MUI Kota Cirebon (1)
Acara majelis dialog peningkatan kualitas dakwah yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon di Gedung Islamic Center, Sabtu (27/10).FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON-Ketua MUI Kota Cirebon KH Sholihin Uzer mengatakan, dalam berdakwah para mubaligh perlu didasari dengan ilmu yang mumpuni serta harus merujuk langsung kepada Alquran dan Alhadist.  Karena, kata Kiai Uzer, jika dakwah dilakukan dengan asal-asalan sama halnya dengan menyesatkan umat dan hanya akan menimbulkan perpecahan.

“Berdakwah itu harus dengan ilmu. Tanpa ilmu ya enggak bisa. Kalau menyampaikanya itu dengan asal-salan, ya pasti akan ditolak oleh masyarakat. Bahkan bisa menyesatkan,” tegas Kiai Uzer saat menjadi pembicara dalam acara majelis dialog peningkatan kualitas dakwah yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon di Gedung Islamic Center, Sabtu (27/10).

Selain KH Sholihin Uzer, hadir pula Pengasuh Pondok Pesantren Az Ziyadah Penggung Utara KH Syujai Amin sebagai pembicara.  Dalam dialog tersebut dihadiri oleh para peserta yang merupakan mubaligh, khatib, serta penyuluh agama Islam di ruang lingkup wilayah Kota Cirebon.

Kiai Uzer juga menekankan bahwa dengan tingginya kualitas mubaligh dalam berdakwah, akan menentukan bagaimana kondisi umat kedepanya . Sehingga, dikatakanya, para mubaligh harus menyampaikanya dengan cara cara yang humanis dan tidak memaksakan kehendak.

“Ajaran Islam itu harus disampaikan dengan cara yang bagus dan bersahabat. Dalam berdakwah kita mengajak kepada masyarakat dengan merangkul bukan memukul, diajak bukan diinjak, dihormati bukan disakiti tapi semuanya harus dirangkul,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait perbedaan pendapat yang kerap terjadi di lingkungan umat Islam, menurut Kiai Uzer, hal itu merupakan sesuatu yang wajar. Menurutnya, umat tidak perlu membesar-besarkankan setiap perbedaan karena perbedaan pendapat merupakan perkara yang sudah menjadi keniscayaan.

“Mubaligh harus membimbing masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai. jangan membesar-besarkan perbedaan. Jangan didasari dengan kebencian dan ketidak sukaan. Karena kita hidup berdampingan dengan orang lain, maka harus saling menghargai,” tandasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk saling menjaga persatuan serta tidak terjebak dengan provokasi dan adu domba yang membuat masyarakat menjadi terpecah belah. Maka dari itu, umat Islam bersikap bijaksana dan tidak mengedepankan emosi dalam bertindak. (awr-mg)