Kolong Flyover Pegambiran Perlu Dimanfaatkan

Kendaraan melintas di bawah Fly Over Pegambiran yang memberi kesan kumuh. FOTO:OKRI RIYANA/KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
Kendaraan melintas di bawah Fly Over Pegambiran yang memberi kesan kumuh. FOTO:OKRI RIYANA/KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON–Kota Cirebon memiliki keterbatasan lahan. Perlu kecermatan dalam pemanfaatannya. Termasuk ruang-ruang kosong yang selama ini dibiarkan. Menjadi kekumuhan dan ketidakteraturan. Salah satunya area bawah Fly Over Pegambiran. Mau jadi apa?

Desakan warga untuk pemanfaatan kolong fly over sudah lama diungkapkan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Drs Andi Armawan juga sepaham dengan usulan ini. Termasuk opsi membangun taman yang bisa digunakan sebagai area bermain anak-anak. “Konsep ini dari dulu sudah saya rancang. Dari saya masih jadi Camat Lemahwungkuk,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Penataan kolong fly over juga perlu memerhatikan warga setempat. Mengingat area ini juga menjadi lapak usaha. Andi menyebut, penataannya bisa beriringan. Ketimbang saat ini, kondisinya tidak tertata, dan menjurus kepada kesemrawutan.

Beberapa kali ia menurunkan Satpol PP menertibkan areal tersebut. Lantaran ada bangunan semi permanen, untuk parkir truk dan kendaraan pribadi dan umum lainnya. “Kewenangan saya menertibkan. Untuk mewujudkan konsep tadi, diperlukan koordinasi dan sinergi dari semua stakeholder,” tuturnya.

Andi mengaku, kewenangan area di bawah flyover memang ada di pemerintah pusat. Karena masuk kategori jalan nasional, tapi hal itu sebenarnya bukan menjadi kendala. Bahkan menjadi jelas, karena bisa mengajukan bantuan program sesuai konsep kepusat. “Saya mengharapkan tidak hanya penertiban saja, akan tetapi adanya solusi. Sehingga tidak merugikan baik warga setempat maupun pemerintah,” katanya.

Apakah terpikir untuk pemanfaatan area ini? Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Drs H RM Abdullah Syukur MSi enggan berkomentar banyak. Pasalnya karena jalan nasional bukan menjadi kewenangannya. “Bagus juga kalau dibangun taman tematik, tapi kita lihat dulu ini kan kewenangan pusat,” ucapnya, singkat.

Disisi lainnya, Ketua RW 12 Sirandu Kelurahan Pegambiran, Surgi menuturkan, warga tidak berkeberatan bila ada rencana penataan bawah flyover. Bahkan sangat mendukung, karena akan memperindah dan membuat warga lainnya untuk datang.

Disebutkannya, ada sekitar 20 warganya yang membuka usaha berjualan di tempat itu. Meski terkesna belum tertata, namun tidak ada sesuatu yang menggangu keamanan dan ketertiban. “Prinsipnya kami setuju, tapi yang perlu diingat tolong akomodir warga kami yang sudah lama berjualan. Boleh dibangun taman, itu kami dukung demi keindahan dan ketertiban, tapi tolong juga dibangun tempat berjualan seperti kios,” pintanya. (gus)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait