Konsumen Harus Teliti sebelum Membeli, Tim Gabungan Gelar Sidak Supermarket

TELITI: Salah seorang konsumen sedang membeli makanan di salah satu supermarket, kemarin. Masyarakat diminta untuk teliti sebelum membeli. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU
TELITI: Salah seorang konsumen sedang membeli makanan di salah satu supermarket, kemarin. Masyarakat diminta untuk teliti sebelum membeli.FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Menjelang Lebaran, dimana tingkat konsumsi cukup tinggi, konsumen harus teliti sebelum membeli. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya produk kedaluwarsa yang masih beredar.

Untuk menghindari kemungkinan tersebut, Pemkab Indramayu menggelar sidak makanan ke sejumlah supermarket di Kabupaten Indramayu, Selasa (14/5).

Sidak yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan itu menyasar kondisi makanan dan minuman, termasuk kemasannya, yang dijual di sejumlah supermarket.

Selain itu, dengan menggandeng aparat kepolisian, tim gabungan juga memantau kondisi stok dan harga barang-barang, terutama bahan pangan pokok.

Di salah satu supermarket di Jalan Jenderal Sudirman Indramayu, tim menemukan ada sebuah makanan sarden kemasan kaleng yang kondisi kalengnya penyok. Melihat hal itu, tim langsung meminta kepada manajemen supermarket untuk menarik produk makanan tersebut.

“Adanya kaleng kemasan makanan yang penyok bisa memungkinkan bakteri masuk dan berkembang di dalam makanan itu, jadi kita minta untuk ditarik,” ujar Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Indramayu, Yahya, saat ditemui di sela sidak tersebut.

Selain itu, di salah satu supermarket lainnya di wilayah Kecamatan Jatibarang, tim juga menemukan ada produk makanan yang keterangan kedaluwarsanya tertutup oleh stiker harga. Akibatnya, pembeli tidak bisa melihat kapan masa kedaluwarsa produk tersebut.

“Keterangan tentang masa kedaluwarsa harus bisa dibaca dengan jelas oleh konsumen supaya mereka tahu apakah makanan itu masih layan konsumsi atau tidak, dan tidak boleh tertutup,” ujar Yahya.

Tak hanya soal kualitas makanan atau minuman dan kemasannya, tim juga memantau kondisi stok dan harga bahan pangan. Secara umum, stok dan harga bahan pangan masih sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Bahkan, harga bawang putih yang semula melambung tinggi, kini telah turun. Yakni hanya di kisaran Rp 35 ribu per kg. Namun, untuk telur ayam, harganya masih sedikit di atas HET, yakni mencapai Rp23.500 per kg. Padahal, HET-nya hanya Rp 23 ribu per kg.

Dalam kesempatan itu, Yahya mengimbau agar para pembeli teliti memeriksa produk makanan atau minuman yang hendak mereka beli. Selain memastikan kondisi kemasannya yang mulus, pembeli juga harus memperhatikan masa kedaluwarsanya.”Saat ini kita harus teliti sebelum membeli,” tegas Yahya.(oet)