Konsumsi Pertamax Selama Musim Mudik Melejit, Solar Malah Anjlok

Permintaan Pertamax selama arus mudik dan balik Lebaran 2019 mengalami peningkatakan cukup signifikan. FOTO:DOK/RADAR CIREBON
Permintaan Pertamax selama arus mudik dan balik Lebaran 2019 mengalami peningkatakan cukup signifikan. FOTO:DOK/RADAR CIREBON

JAKARTA-Libur Lebaran telah usai. Ratusan ribu kendaraan kembali memadati jalanan menuju ibukota dan sekitarnya. Momen arus balik kembali menggenjot konsumsi BBM yang diprediksi meningkat tajam. Dari cacatan tim posko nasional Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), konsumsi bensin oktan tinggi terjadi di sepanjang jalur mudik utama.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM Agung mengatakan, permintaan bensin jenis Pertamax/Akra 92 mengalami peningkatan sebesar 33,30 persen, disusul oleh Pertamax Turbo 8,60 persen. Sementara konsumsi BBM bersubsidi cenderung menurun. Premium hanya naik 6,07 persen, sementara Pertalite 4,80 persen.

Namun, pada BBM jenis Solar, Biosolar dan Dexlite justru mengalami penurunan konsumsi hingga lebih dari 50 persen. “Untuk jenis ini, hanya Pertamina Dex yang mengalami peningkatan, yakni sebesar 48,83 persen,” ungkapnya.

Meski kondisi pasokan aman, sambung Agung, Kementerian ESDM mengimbau kepada masyarakat yang berkendara jarak jauh untuk mengisi penuh tangki bensin sebelum berangkat atau sebelum memasuki jalan tol, mengingat saat ini juga telah diberlakukan rekayasa lalu lintas one way di jalan tol.

“Rekayasa lalu lintas arus balik one way di jalan tol, dimanfaatkan masyarakat untuk mengisi bensin penuh sebelum memulai perjalanan arus balik, mengantisipasi padatnya jalan serta penuhnya rest area,” jelas Agung kepada Fajar Indonesia Network.

Sementara itu pada sektor Ketenagalistrikan, tambah Agung, posko melaporkan ketersediaan masih aman, dengan total daya mampu pasok nasional mencapai 57.820,75 Megawatt (MW). “Sejak H-7 Lebaran, listrik kita sebesar 40.625,99 MW, beban puncak 26.128,44 MW sehingga memiliki cadangan sistem sebesar 14.497,56 MW, jadi aman sekali,” bebernya.

Dijelaskannya, status per 8 Juni, terdapat 20 daerah dengan cadangan cukup dan 2 daerah dengan kondisi siaga (cadangan lebih kecil dari pembangkit terbesar) yaitu daerah Bima dan Nias. “Cuma dua daerah itu, kalau yang lain tercukupi,” jelasnya.

Diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka posko nasional sektor ESDM yang mulai berlaku efektif pada H-15 sampai H+13 Lebaran, yaitu tanggal 21 Mei 2019 hingga 21 Juni 2019. Diketahui, Kendaraan yang melintas di Tol Transjawa diprediksi melejit hinga meningkat hingga 226 persen. Untuk itu, sebanyaj 700 kilo liter BBM disiapkan PT Pertamina Regional IV, Jawa Tengah dan DIY. Jumlah ini naik dua kali dari rata-rata normal yakni 283 kl untuk seluruh SPBU di Tol Trans Jawa. (fin/tgr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait