Koordinasi dengan BBWS, BPBD Turunkan Tim ke Lokasi

BELUM ADA TINDAKAN: Bukan kali ini saja daerah Sungai Cikanci, Desa Gemulung Lebak terjadi longsor. Namun sejak tahun-tahun lalu. Tapi, belum ada tindakan serius dari BBWS. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
BELUM ADA TINDAKAN: Bukan kali ini saja daerah Sungai Cikanci, Desa Gemulung Lebak terjadi longsor. Namun sejak tahun-tahun lalu. Tapi, belum ada tindakan serius dari BBWS.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Kecamatan Greged termasuk daerah Sungai Cikanci, Desa Gemulung Lebak merupakan daerah rawan bencana pergerakan tanah.

BPBD Kabupaten Cirebon sebelumnya sudah berkoordinasi dengan BBWS terkait longsor Sungai Cikanci tersebut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, H Eman Sulaeman kepada Radar Cirebon mengatakan, pihaknya sudah mengirim tim BPBD untuk meninjau longsor Sungai Cikanci. “Anggota BPBD sudah tinjau lokasi longsor tadi siang (kemarin, red),” ujarnya.

Eman mengatakan, lokasi longsor Sungai Cikanci merupakan lokasi longsor lama. “Lokasi itu tahun-tahun kemarin juga pernah mengalami longsor. Dan untuk lokasi itu, kita sudah koordinasi dengan BBWS,” ucapnya.

Namun sayangnya, kata Eman, meskipun sudah koordinasi dengan BBWS, tapi belum ada tindakan. Menurutnya, sebenarnya BBWS ingin menindaklanjuti, tetapi terbentur minimnya anggaran. Sehingga, sampai saat ini belum ada langkah-langkah konkrit.

Pihaknya sudah meminta tim vulkanologi untuk menganalisa kondisi tanah daerah tersebut. Hasil kajian sementara, lokasinya memang rawan pergerakan tanah. Bukan hanya Gemulung saja, tetapi juga Greged.

Karena daerah tersebut sangat rawan pergerakan tanah, opsi terakhir penanganan adalah relokasi. “Memang harusnya relokasi. Tetapi melakukan relokasi tidak bisa sembarangan.

Mungkin relokasi adalah opsi terakhir jika memang kondisi cukup parah,” ungkapnya sembari menegaskan akan berkoordinasi kembali dengan BBWS, karena BBWS lah yang punya kewenangan untuk melakukan penanganan utama. (den)