Korban Keracunan Bertambah di Gebangilir Jadi 10 Orang

keracunan
Para pemuda asal Blok Karangturi Desa Gebangilir Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon yang mengalami keracunan dilarikan ke RSUD Waled, Rabu malam (17/10).FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Korban diduga keracunan di Desa Gebangilir, Kecamatan Gebang, terus berjatuhan. Korban terbaru yang terpaksa dievakuasi ke RSUD Waled adalah adalah Tardi (29) warga Blok Karangdogolan, Desa Gebangilir. Tardi adalah korban di luar 9 warga yang pada Rabu lalu (17/10) dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan.

Menurut perangkat Desa Gebangilir Novi, pada Kamis malam (18/10) sekitar pukul 21.30  pihak perangkat desa menerima informasi terkait adanya korban susulan yang hendak dibawa ke RSUD Waled. Korban ini pada malam sebelumnya sempat mengonsumsi nasi kuning yang di beli di lokasi yang sama dengan korban-korban sebelumnya.

Sementara seorang korban yang ditemui Radar Cirebon, Murad mengaku Selasa malam (16/10) ia membeli nasi kuning dengan uang Rp20 ribu. Nasi dimakan bersama. “Kalau gak salah dapat tujuh bungkus. Dihampar dan dimakan bersama. Beberapa teman saya dalam kondisi habis minum ciu, tapi saya tidak. Tapi gejalanya sama antara yang saya alami dengan teman-teman yang lain,” tutur Murad.

Dijelaskan Murad, di warung nasi kuning tersebut tidak menyediakan lauk kerang hijau. Warung tersebut hanya menyediakan irisan telur, tempe , dan mi. “Kerang hijau dari saya, ibu saya yang masak. Satu keluarga saya saat itu makan kerang hijau tapi tidak ada yang muntah-muntah atau mual. Jadi saya yakin penyebabnya dari makanan yang dimakan ramai-ramai itu,” jelasnya.

Saat ini, menurutnya, sebanyak tujuh temannya memilih berobat jalan dan tidak dilakukan tindakan perawatan karena harus menggunakan uang pribadi. Kondisi tersebut terjadi karena tim medis menemukan kandungan kimia alkohol yang dikonsumsi oleh teman temannya.

“Katanya kalau kondisinya habis minum (minuman keras, red) itu biaya sendiri, tidak bisa ditanggung BPJS. Kalau saya murni ditanggung BPJS. Saya kan dari dulu tidak pernah minum alhokol. Ada dua yang dirawat, saya dan teman saya. Satu lagi ada, tapi beda kejadian. Tapi habis mengonsumsi makanan yang sama beli di warung itu,” paparnya saat ditemui di RSUD Waled.

Sementara Humas RSUD Waled H Yusup mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan tersebut. Saat ini pihaknya berusaha untuk memberikan pertolongan kepada para korban. “Kalau untuk pastinya kita tunggu tim dokter yang menangani,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, 9 pemuda asal Blok Karangturi, Desa Gebangilir, Kecamatan Gebang, dilarikan ke RSUD Waled Rabu malam (17/10).  Babinsa Desa Gebangilir, Sertu Amin Tri mengatakan kejadian berawal saat kesembilan pemuda begadang di rumah Murad di Blok Karangturi RT 04/03 Desa Gebangilir Selasa malam (16/10).

Lantaran saat itu merasa lapar, mereka kemudian membeli nasi kuning di Desa Gebang sekitar pukul 23.30 WIB. Mereka makan bersama dengan tambahan kerang ijoan yang dimasak sendiri. Malam itu tidak terjadi apa-apa dan mereka pulang ke rumah masing-masing. Namun pada Rabu (17/10) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, mereka mulai mengalami pusing-pusing dan muntah-muntah serta  BAB (buang air besar).

Saat itu mereka berada di rumah masing-masing. Sehingga tidak terpikir bahwa hal itu juga dialami teman-teman lainnnya. Baru setelah Magrib sekitar pukul 18.30 WIB mereka saling kontak. Dan, ternyata kesembilan pemuda tersebut mengalami keracunan masal. “Baru setelah Magrib mereka mengetahui apa yang dialami itu ternyata dialami teman-teman lainnya yang semalam makan bersama tersebut,” kata Amin Tri. (dri)

Berita Terkait