Korsel Dukung Pemindahan Ibu Kota RI

Lapangan dan Monumen Pancasila Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)

JAKARTA – Pemerintah Korea Selatan melalui Duta Besarnya di Indonesia, mendukung rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur, sebagai upaya pemerataan pertumbuhan dan pembangunan.

“Saya kira kita harus melihat alasan utama dan terpenting di balik keputusan Presiden Joko Widodo terkait pemindahan ibu kota, adalah pertumbuhan dan pembangunan yang lebih seimbang di seluruh wilayah Indonesia. Dan juga karena kepadatan di Jabodetabek,” kata Dubes Korsel untuk Indonesia, Kim Chang Beom Kim Chang Beom, Jumat (30/8).

Menurut Kim, kebijakan serupa juga pernah dilakukan oleh Korsel, yang membangun pusat administrasi di Kota Sejong. Tujuannya pun sama, yakni mengurangi kepadatan dan kemacetan di ibu kota sekaligus kota terbesar Seoul.

Sejong didirikan pada 2007 sebagai ibu kota baru Korsel di wilayah Chungcheong Selatan dan Provinsi Chungcheong Utara untuk menarik investasi di wilayah tengah negara itu.

Sejak 2012, Pemerintah Korsel telah merelokasi banyak kementerian dan lembaga ke Sejong. Namun banyak yang masih berada di kota-kota lain, terutama Seoul, di mana Majelis Nasional, Kantor Presiden, dan banyak badan pemerintah penting tetap bertahan.

Selain itu, pemerintah juga merelokasi beberapa BUMN dan fasilitas publik ke kota-kota berskala kecil dan menengah untuk meningkatkan kapasitas kota-kota tersebut.

“Kami mengamati secara dekat berbagai perkembangan terkait pemindahan ibu kota. Pengumuman yang baru-baru ini dibuat oleh Presiden Jokowi juga diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Kim menilai, jika rencana ini benar-benar direalisasikan, Kalimantan akan lebih berkembang dan masyarakatnya sejahtera. Selain itu, dengan desain yang baik, Kalimantan akan menjadi kota pintar dan hijau.

“Korsel siap memindahkan kantor kedutaan besar jika Indonesia menyelesaikan sepenuhnya proses pemindahan ke Kalimantan Timur. Selain itu, jarak ibu kota ke Seoul semakin dekat, sekitar 6-7 jam penerbangan tapi Kalimantan mungkin sekitar 5,5 jam penerbangan dari Seoul. Jadi kita akan semakin dekat,” pungkasnya. (der/fin)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait