Korselting Listrik, Poskesdes Pakembangan Kuningan Kerbakaran

Petugas damkar Kuningan berupaya memadamkan api yang membakar bangunan Poskesdes Pakembangan, Kecamatan Garawangi. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Bangunan Poskesdes Pakembangan Kecamatan Garawangi terbakar, Kamis (16/5) pagi. Kebakaran yang diduga disebabkan karena korsleting listrik tersebut menyebabkan kerugian materil mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi dihimpun, insiden kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Kebakaran pertama kali diketahui oleh sejumlah warga yang tengah berada di Masjid Al Mukhsin tak jauh dari bangunan Poskesdes. Mereka mendengar suara ledakan dari dalam bangunan Poskesdes kemudian disusul kepulan asap keluar dari atapnya.

Seketika kebakaran pun menghebohkan warga sekitar bangunan Poskesdes berhamburan keluar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak terkecuali seorang pensiunan petugas Damkar Kuningan E Rusmana (60) yang seketika mengambil tindakan menyemprotkan alat pemadam api ringan (APAR) yang dimilikinya untuk penanganan dini.

Satu unit kendaraan Damkar yang tiba di lokasi sekitar 10 menit kemudian setelah mendapat laporan warga, langsung melakukan tindakan pemadaman. Butuh waktu sekitar satu jam untuk petugas menjinakkan api hingga akhirnya api dinyatakan padam sekitar pukul 06.30 WIB.

Akibat kebakaran tersebut, sejumlah perabotan di dalam bangunan Poskesdes seperti peralatan medis, televisi dan kulkas hangus terbakar. Sehingga kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp26 juta lebih.

“Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Ini berdasarkan keterangan warga yang menyebutkan kebakaran diawali dari suara ledakan dari dalam bangunan yang diduga berasal dari meteran listrik,” ungkap Plt Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti kepada Radar Kuningan.

Beruntung kebakaran tersebut terjadi pagi hari saat tak ada aktivitas petugas maupun warga sehingga tidak sampai menyebabkan korban jiwa. Mufti pun mengapresiasi upaya E Rusmana sebagai pensiunan petugas Damkar yang masih bisa mengaplikasikan kemampuannya melakukan tindakan pemadaman api sejak dini menggunakan APAR.

“Ini patut diapresiasi, bagaimana pun juga keberadaan APAR sangat perlu minimal ada satu unit tersedia di lingkungan tingkat RT. Terbukti dari yang dilakukan Pak Rusmana sebagai pensiunan Damkar melakukan upaya dini memadamkan api dengan APAR cukup efektif mencegah kebakaran tidak sampai meluas hingga petugas Damkar tiba di lokasi,” ujar Khadafi. (fik)

Berita Terkait