Korsleting Listrik saat Ngecas HP, Rumah Ustad Sofyan Terbakar

Rumah dua lantai milik Ustad Sofyan di Desa/Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, terbakar, Jumat (15/3) sekitar pukul 16.30 WIB. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Rumah dua lantai milik Ustad Sofyan di Desa/Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, terbakar, Jumat (15/3) sekitar pukul 16.30 WIB.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Lagi-lagi musibah kebakaran akibat korsleting listrik saat mengecas handphone terjadi. Kali ini menimpa rumah dua lantai milik Ustad Sofyan di Desa/Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jumat (15/3) sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan informasi dihimpun Radar Kuningan, kala itu di rumah Sofyan tengah digelar pengajian rutin dikejutkan dengan teriakan salah satu peserta pengajian yang melihat ada kepulan asap di lantai dua. “Awalnya terdengar suara ledakan dari lantai dua, disusul kemudian ada kepulan asap dan api. Salah satu peserta pengajian yang melihat api langsung berteriak kebakaran yang seketika membuat seluruh peserta pengajian pun berhamburan keluar rumah,” ungkap Plt Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti kepada Radar Kuningan.

Hal ini pun spontan menggerakkan warga dan seluruh peserta pengajian dibantu Babinsa, Satpol PP dan anggota Polsek Darma bahu membahu memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya. Satu unit kendaraan pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah menerima laporan, langsung beraksi menyemprotkan air ke titik api yang sudah merembet ke seluruh bangunan lantai dua.

Setelah berjibaku menyemprotkan air dari berbagai sisi, akhirnya api pun berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB. Beruntung, karena cepatnya laporan kebakaran dan penanganan sehingga api hanya membakar bangunan lantai dua dan tidak sampai merembat ke bangunan di bawahnya.

Khadafi mengatakan, api hanya menghanguskan bagian lantai dua berikut perabotan dan surat-surat penting seperti ijazah pendidikan dan sertifikat tanah dengan total kerugian mencapai Rp55 juta. Adapun penyebabnya, kata Khadafi, diduga karena korsleting listrik akibat pengisian baterai handphone yang terlalu lama.

“Berdasarkan keterangan pemilik rumah, diakui sedang mengecas handphone yang disimpan di atas tumpukkan buku di lantai atas. Diduga suara ledakan yang terdengar di awal adalah berasal dari handpone tersebut yang kemudian menimbulkan kobaran api dan akhirnya membakar seluruh bangunan lantai atas,” ungkap Khadafi.

Atas kejadian ini, Khadafi kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati pada saat mengecas handphone jangan diletakkan di tempat yang mudah terbakar seperti kasur atau buku. Kepada seluruh pemerintahan desa, Khadafi mengimbau untuk menyediakan sarana pencegahan kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tandon air dan lain-lain, yang akan sangat bermanfaat untuk mengatasi kebakaran sejak dini sehingga tidak sampai membesar dan mencegah dampak kerugian lebih besar. (fik)