Kota Cirebon Alami Deflasi

CIREBON-Volatile food masih menjadi andil terbesar dalam pengaruh perekonomian di Kota Cirebon. Kali ini, kelompok volatile food memberikan andil terbesar dalam deflasi bulan Februari. Sesuai data yang dirilis Badan Pusat Statistika (BPS) Kota Cirebon, Februari 2019 Kota Cirebon mengalami deflasi 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,03.

Dari tujuh kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat 6 kota mengalami deflasi dan satu kota mengalami inflasi.

Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri menyebutkan, dari tujuh kelompok pengeluaran, empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dua kelompok mengalami deflasi, dan satu kelompok tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 1,34 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,29 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,34 persen.

Kemudian, kelompok sandang mengalami inflasi 0,03 persen, kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,68 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,25 persen.

Kelompok Bahan Makanan mengalami deflasi sebesar 1,34 persen atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 149,34 pada Januari 2019 menjadi 147,34 pada Februari 2019.

Kelompok ini memberikan andil deflasi sebesar 0,2970 persen. Komoditi yang memberikan andil deflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, jeruk dan daun bawang.

Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan juga memberikan andil deflasi di bulan ini. Andil deflasinya sebesar 0,0372 persen. Komoditi dalam kelompok ini yang turut memberikan andil deflasi adalah bensin dan tarif kereta api.

Sementara beberapa kelompok lainnya yang memberikan andil inflasi antara lain kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,0741 persen.

Komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain makanan ringan dan minuman ringan. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,0769 persen.

Beberapa komoditi yang turut memberikan andil inflasi di antaranya pasir, batu bata, dan semen. Kemudian Kkelompok sandang mengalami inflasi sebesar 0,03 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 114,12 pada Januari 2019 menjadi 114,15 pada Februari 2019.

Kelompok sandang memberikan andil inflasi sebesar 0,0014 persen dengan emas sebagai komoditas yang paling banyak memberikan andil inflasi.

Adapun untuk kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,68 persen. Dari empat sub kelompok pada kelompok tersebut, sub kelompok jasa kesehatan dan jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks harga.

Sedangkan sub kelompok obat-obatan mengalami inflasi 1,60 persen dan sub kelompok perawatan jasmani dan komestik mengalami inflasi 0,80 persen.

“Tingkat inflasi Kota Cirebon tahun kalender Februari 2019 sebesar 0,04 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2019 terhadap Februari 2018) sebesar 1,21 persen. Provinsi Jawa Barat mengalami deflasi 0,05 persen dan nasional mengalami deflasi 0,08 persen,” pungkasnya. (apr)