Kota Cirebon Bakal Miliki Museum Diorama, di Sini Tempatnya

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengajak tamu berkeliling Museum Pusaka Keraton Kasepuhan. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

CIREBON – Kota Cirebon bakal memiliki museum diorama. Lokasi museum sendiri sudah ditetapkan, yakni di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon yang berlokasi di dekat Gedung eks British America Tobacco (BAT).

Penetapan lokasi museum diorama ini, sudah dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) bersama pada sejarawan dan budayawan. “Penentuan lokasinya sudah ditetapkan, bahkan surat sudah ditandatangani oleh sekda,” ucap Kepala Seksi Pengelolaan dan Layanan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Cirebon, Moh Samsudin kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, penentuan lokasi itu memang beralasan. Karena di wilayah itu merupakan kawasan kota tua. Sehingga akan sangat mendukung kawasan tersebut menjadi destinasi wisata.

Apalagi wilayah itu juga dekat dengan keraton-keraton yang ada di Kota Cirebon. Di lain sisi, Kota Cirebon sendiri menjadi salah satu jaringan kota pusaka di Indonesia. Keberadaan Museum Diorama bakal menjadi daya tarik tersendiri, sebagai pusat informasi dan destinasi wisata di Kota Cirebon.

Terlebih, Keraton Kasepuhan sudah memiliki museum tersendiri, yang menampilkan koleksi benda-benda pusaka secara fisik. Tentu berbeda dengan adanya museum diorama.

Museum diorama ini lebih kepada menyajikan data dan informasi mengenai benda-benda pusaka tersebut secara digital. “Jadi peninggalan benda-benda pusaka, akan kita muat dalam bentuk data dan informasi digital mengikuti arus teknologi, supaya menjadi daya tarik pengujung, terutama generasi muda,” jelasnya lagi.

Sejauh ini, setelah adanya penentuan lokasi yang sudah ditetapkan. Serta pembuatan Naskah Akademik, Studi Histori dan Studi Literatur.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Cirebon bakal melakukan pembuatan Detail Engineering Design (DED) yang masuk anggaran tahun 2018. Diperkirakan pembuatan DED untuk Museum Diorama ini sebesar Rp 200 juta.

Sementara perkiraan anggaran untuk pembuatan Museum Diorama sendiri mencapai Rp 11-Rp 12 Miliar. “Kita butuh DED yang serius, agar lebih maksimal,” ujarnya.

Museum Diorama sendiri menjadi tren di sejumlah daerah. Daerah yang sukses membuat museum diorama itu seperti Kabupaten Purwakarta. Sebagai Kota yang memiliki kekayaan budaya, Cirebon memiliki potensi museum yang lebih baik lagi dari museum diorama dari daerah lain.

“Konsepnya nanti di kota tua itu, wisatawan tidak hanya berkunjung ke keraton saja. Tapi ada alternatif lain untuk melihat kekayaan budaya cirebon, dengan adanya museum diorama tersebut,” ungkapnya.

Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Cirebon, Icip Suryadi menjelaskan, sudah ada pembicaraan mengenai Museum Diorama yang akan menemapti kantor DPMPTSP. Dengan begitu ada opsi kantor DPMPTSP Kota Cirebon nantinya pindah ke Jalan Cipto di kawasan kompleks TNI AL atau di belakang koramil.

Gedung tersebut kini ditempati oleh Komisi Informasi Kota Cirebon. Ada pula opsi, Kantor DPMPTSP Kota Cirebon bakal menempati Gedung Sekretariat Daerah yang saat ini tengah dibangun.

“Sudah ada rencana akan ditempati oleh museum diorama, jadi rencana memang dipindah ke cipto di sana lokasinya strategis. Nantinya kita akan ajukan perbaikan, gedung tersebut akan dibangun tiga lantai seperti yang sedang dibangun kantor Disperindag saat ini,” ujarnya. (jml)

Berita Terkait