Kroya Belum Final Jadi Ibu Kota Inbar, Tunggu Ini

CALON-IBU-KOTA-INBAR

INDRAMAYU – Sinyal calon ibu kota daerah persiapan Kabupaten Indramayu Barat (Inbar) paling kuat mengarah ke Kecamatan Kroya. Namun, tiga kecamatan lainnya yakni Gabus Wetan, Haurgeulis dan Kandanghaur masih berpotensi untuk menggeser posisi Kroya menjadi lokasi pusat pemerintahan Kabupaten Inbar.

Sebab, penetapan mengenai calon lokasi ibu kota daerah persiapan Kabupaten Inbar belum final. Sampai keluarnya keputusan bersama antara DPRD dan Bupati Indramayu.

“Ya, keputusannya menunggu persetujuan bersama antara legislatif dan eksekutif. Bisa saja pilihannya lain, bergantung pertimbangan dan kebijakan dewan sama bupatinya,” kata Ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat (PPKIB), Sukamto kepada Radar Indramayu, Rabu (10/7).

Menurut dia, hasil kajian calon lokasi ibu kota daerah persiapan Kabupaten Inbar dari Tim Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung hanya bersifat rekomendasi.

Bahwa ada 4 Kecamatan yakni Kroya, Gabuswetan, Haurgeulis dan Kandanghaur dinilai layak menjadi calon ibu kota Kabupaten Inbar berdasarkan berbagai kriteria. Baik kondisi geografis, kesesuaian dengan rencana tata ruang, ketersediaan lahan, kondisi sosial, budaya, dan sejarah.

Kemudian dikaji dari sisi kondisi politik dan keamanan, serta aksesibilitas calon lokasi ibu kota daerah persiapan Kabupaten Inbar dengan memperhatikan keterjangkauan pelayanan masyarakat. “Empat kecamatan itu semuanya dinilai layak. Sementara calon kuatnya Kroya yang meraih peringkat tertinggi,” ulasnya.

Hanya saja, pihaknya berpesan agar keputusan penetapan calon ibu kota Inbar terfokus pada 3 kecamatan berdasarkan rekomendasi Panitia Khusus DPRD Kabupaten Indramayu dalam rangka permohonan persetujuan pembentukan calon daerah persiapan Kabupaten Inbar. Yaitu Kroya, Gabuswetan dan Haurgeulis.

Sedangkan, mantan Wakil Ketua Pansus, Bhisma Panji Dewantara SSi Apt mengamininya. Keputusan bersama DPRD-Bupati tentang lokus ibu kota Kabupaten Inbar bisa saja berbeda atau menguatkan hasil kajian dari tim LPPM Unpad. “Bisa jadi menguatkan, bisa jadi menyarankan untuk diubah,” katanya.

Anggota DPRD dari PKS ini menjelaskan, ketika sudah diputuskan pun penetapan lokasi ibu kota Kabupaten Inbar oleh dewan dan bupati belum sepenuhnya aman. Proses berikutnya masih panjang. Akan ada kajian kembali dari pemerintah pusat dengan lebih komprehensif lagi.

“Nanti di pusat akan dikuliti lagi tuh. Termasuk secara kesuluruhannya. Tapi kita tetap memperhatikan hasil kajian tim LPPM yangs udah ada. Jika hasil kajian pusat tidak merujuk pada 3 lokasi calon ibu kota yang direkomendasikan, maka pemerintah daerah harus siap menyediakan lokasi lain. Tapi saya yakin 3 lokasi itu tidak bermasalah,” terangnya.

Saat ini, tambah Panji, DPRD masih menunggu surat dari eksekutif untuk agenda ekspose hasil kajian Tim LPPM Unpad Bandung dan dilanjut paripurna persetujuan bersama.

“Segera surat masuk, nanti kita masukkan di jadwal badan musyawarah sebelum pelantikan dewan yang baru. Hasilnya nanti dapat melengkapi persyaratan adminstrasi untuk diajukan ke provinsi,” tandasnya. (kho)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait