Kroya Siapkan 300 Hektare Lahan untuk Calon Ibu Kota Inbar 

Kroya-Sudah-Siapkan-Lahan-300-Hektare-Calon-Ibu-Kota-Inbar2
SUDAH DISIAPKAN: Camat Kroya bersama para kuwu dan tokoh masyarakat ketika mendampingi tim kajian Unpad Bandung saat survei lokasi calon ibu kota Inbar di Blok Harendong Desa Sukaslamet. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Kecamatan Kroya menjadi salah satu nominasi calon ibu kota daerah persiapan Kabupaten Indramayu Barat (Inbar). Hal itu berdasarkan hasil kajian Tim Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Terkait hal ini, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kroya sudah melakukan persiapan. Di antaranya mencadangkan lahan seluas sekitar 300 hektare untuk keperluan rencana pembangunan pusat pemerintahan Kabupaten Inbar.

“Kami sudah menyiapkan lahan untuk lokasi calon ibu kota Inbar seluas 300 hektare,” sebut Camat Kroya, Haryono kepada Radar Indramayu, Selasa (9/7).

Dia menjelaskan, lahan tersebut berada di Blok Haredong, Desa Sukaslamet. Saat ini, lanjutnya, masih berupa hamparan sawah tadah hujan dan statusnya sebagian milik Perhutani, tanah milik serta aset Pemerintah Kabupaten Indramayu.

“Kondisinya datar atau tidak berbukit-bukit dan mudah dijangkau atau aksesibilitasnya baik. Belum difungsikan apapun, masih berupa hamparan sawah tadah hujan,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, lahan di kawasan Blok Harendong itu memang sudah dipersiapkan sejak zaman dahulu oleh para orang tua atau leluhur setempat sebagai calon pusat pemerintahan.

Karenanya, sejak lama pula di lokasi itu tidak dibangun permukiman oleh warga. Jika pun ada yang nekat membangun rumah, maka penghuninya bakal tertimpa musibah.

“Memang ada sejarahnya seperti itu. Wasiat dari para leluhur, jangan ada yang bangun rumah di Blok Harendong. Oleh para leluhur, lahan disana itu sengaja disiapkan khusus untuk ibu kota pemerintahan di masa yang akan datang,” ujar Haryono.

Wasiat itu pun hampir menjadi kenyataan. Kecamatan Kroya sejatinya sudah pernah ditetapkan menjadi calon Ibu Kota Kabupaten Inbar pada awal-awal reformasi bersamaan dengan tuntutan masyarakat Inbar untuk memekarkan diri dari Kabupaten Indramayu.

Sehingga pada tahun 2000, keluarlah persetujuan dari DPRD Kabupaten Indramayu dan memustukan Kroya sebagai pusat pemerintahan Inbar berdasarkan Keputusan DPRD nomor 170/KepDPRDIm/2000 tentang Nama Kabupaten dan Letak Ibu Kota.

“Tapi tidak jadi. Sekarang muncul lagi rencana pemekaran dan Kroya kembali dipilih menjadi kandidat calon lokasi ibu kota Kabupaten Inbar. Sesuai dengan wasiat para leluhur. Kami optimistis Kroya bisa dan pantas untuk ditunjuk sebagai ibu kota pemerintahan Inbar,” terangnya.

Lokasi di Blok Harendong tersebut sudah disurvei oleh tim LPPM Unpad Bandung dan mendapat apresiasi.  Selain daerah bebas banjir, infrastruktur jalan saat ini mulai dari pintu masuk jalan pantura Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur melewati Kecamatan Gabus Wetan hingga Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya relatif baik dengan mayoritas sudah dicor beton.

Kroya diprediksi berkembang pesat menyusul wilayah yang berbatasan langsung dengan perlintasan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tersebut bakal dijadikan kawasan andalan nasional dengan sektor unggulan pertanian, industri, perikanan dan pertambangan.

Tak hanya itu, berdasarkan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaaan Kroya tahun 2016 lalu, tiga desa yakni Desa Sukamelang, Sukaslamet dan Desa Kroya dianggap secara fungsional memiliki perkembangan perkotaan.

Camat Haryono melanjutkan, jika memang pemerintah menetapkan Kroya sebagai calon ibu kota Kabupaten Inbar, maka pihaknya akan mengamankan lahan di Blok Harendong untuk menjadi kawasan ibu kota.

“Menunggu putusan pemerintah, kalau memang ditetapkan, kami amankan lahan itu. Kami juga akan melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat, sesepuh, dan aparat desa untuk membicarakannya,” tandasnya. (kho)