Kuota Gratis 20 GB Bikin Heboh

Ilustrasi-Hoax
Ilustrasi

MAJALENGKA – Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi beragam hadiah maupun bonus dari produk provider telekomunikasi. Karena bisa saja itu merupakan modus penipuan untuk memperoleh keuntungan.

Modus penipuan yang dilakukan beragam bentuknya. Ada yang secara langsung, ada yang melalui telepon seluler dengan menghubungi calon korban.

Ada juga yang melalui SMS bahkan menggunakan media sosial. Bahkan si oknum tersebut mengiming-iming para korban dengan sejumlah hadiah menarik berupa kupon belanja, pulsa, bahkan kuota gratis yang jumlahnya menggiurkan.

Baru-baru ini, Rida Saputra, salah seorang mahasiswa Unma pengguna Whatsapp asal Kelurahan Majalengka Kulon Kabupaten Majalengka, mengaku mendapatkan konten berupa hadiah kuota 20 GB dari salah satu grup WA miliknya.

Mendapati konten menarik tersebut, tentu saja ia penasaran. “Saat ada pesan kuota gratis dari teman WA yang satu grup sama saya, saya pun langsung buka pesan itu. Karena kebetulan kuota saya tinggal sedikit. Jadi saya penasaran,” ujar Rida, Jumat (13/9).

Rida menjelaskan, kuota gratis tersebut akan didapat dengan syarat membagikan konten tersebut ke sejumlah grup maupun teman whatshapnya.

“Karena rasa penasaran, akhirnya saya mengikuti perintah yang diharuskan oleh konten tersebut hingga media tersebut terisi penuh,” ujarnya.

Kendati demikian, setelah dia coba berulang-ulang, kuota tersebut belum juga di dapatkan, malahan konten tersebut beralih ke hal yang lain yang pada akhirnya membuat dirinya kesal.

“Berulang kali saya coba mengikuti petunjuk, namun kuota itu tidak saya dapatkan hingga saya kesal dan sadar bahwa ini hoax,” cetusnya.

Hal senada di ungkapkan Mahasiswa Stikes YPIB Majalengka, Encep Nuryana. Dirinya mengaku sempat penasaran dengan konten gratis kuota 20GB. Mengingat kuota sebesar itu harganya cukup lumayan.

“Saya sangat penasaran dengan konten itu, karena yang ditawarkannya cuma-cuma. Apalagi, kuota sebesar itu lumayan mahal bagi kalangan mahasiswa seperti saya. Namun sayang, ternyata itu hoax. Jadi masyarakat jangan mempercayai apalagi pernah mendapatkan informasi tentang itu,” tandasnya. (ono)

Berita Terkait