Lagi, TKI Cirebon Alami Masalah di Luar Negeri, Berangkat Usia 18 Tahun, 15 Tahun tanpa Kabar

Keluarga memperlihatkan foto Tuminah. Ia awalnya berangkat ke Kuwait, tapi belakangan diketahui dibawa ke Arab Saudi. FOTO:NURHIDAYAT/RADAR CIREBON

Hingga sepekan, pihak keluarga menghubungi Tuminah. Diakui jika Tuminah menggunakan telepon selular milik majikannya karena dirinya tidak diizinkan memegang ponsel. Tuminah juga mengatakan akan pulang dalam waktu dekat sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu. “Sempat kirim foto juga. Terus dia bilang kalau mau hadir di hajatan saya. Hajatan saya bulan Juni kemarin,” kenangnya.

Dari percakapan tersebut, terungkap, jika kerinduan mendalam bukan hanya dirasakan pihak keluarga. Tuminah, selama 15 tahun juga menginginkan untuk kembali berkumpul bersama keluarga.Terutama bertemu sang ibu. Ia tidak tahu jika ibu kandungnya telah pergi untuk selama-lamanya.

“Terus dia bilang, katanya selama 15 tahun nggak digaji sama majikan yang ini. Alasannya, gajinya katanya ditransfer ke rekening, nanti diambil kalau pas mau pulang. Tapi dia sendiri tidak pernah melihat wujud uangnya,” kata Kasiri.

Sang majikan berkilah, jika uang dikirimkan ke keluarga, ditakutkan akan habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Cirebon. Sang kakak sempat menyarankan untuk mencari tahu kepastian mengenai uang tersebut. Namun, bukannya kepastian mengenai hak gaji yang didapat, pihak keluarga akhirnya kembali kehilangan akses berkomunikasi dengan Tuminah. “Hanya satu minggu aja, setelah itu tidak bisa lagi. Ditelepon kadang diangkat pas awal-awal tuh. Tapi tidak ada suara, kadang dimatiin,” kata Tuminah.

Komunikasi terakhir adalah ketika Tuminah menelepon ke rumah. Saat itu Kasiri tengah mengikuti tahlil untuk mendoakan paman Tuminah yang meninggal dunia. Tuminah yang mendengar suara tersebut tak sanggup menahan air mata. “Dia langsung nangis. Saya bilang itu paman kamu yang meninggal. Tapi mungkin ingat orang tuanya kan,” katanya.

Meski sulit, Kasiri mengaku masih menyimpan harapan sang adik dapat kembali ke kampung halaman dengan selamat. Syukur-syukur, apa yang menjadi hak sang adik dari bekerja selama 15 tahun dapat dibawa pulang ke Cirebon.

Sementara itu, Ahmad Faozan TZ selaku kuasa hukum Tuminah mengaku masih mengupayakan kepulangan kliennya melalui instansi dan lembaga terkait. Pihak kuasa hukum telah bersurat ke Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, BNP2TKI, Gubernur Jawa Barat hingga dinas terkit di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cirebon.

Suart tersebut dikirimkan pekan lalu dan masih menunggu jawaban dari para pihak tersebut. Untuk sementara, lembaga dan instansi tersebut belum memberikan jawaban pasti. “Ada jawaban dari P4TKI katanya masih mencari. Kami juga sudah berikan tambahan data, kita berikan nomor HP majikannya, mungkin dari situ bisa dilacak keberadaannya,” ucap Faozan.

Lebih lanjut, kata Faozan, beberapa lembaga tersebut secara aturan, sejatinya memiliki tanggungjawab sesuai amant Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran. Karenanya, pihak keluarga melalui kuasa hukum meminta pertanggungjawaban lembagaa-lembaga terkait agar dapat mengupayakan kepulangan Tuminah. “Kita berharap bisa segera ditemukan. Kita berharap Menaker dan BNP2TKI segera berupaya memulangkan Tuminah membawa hak-haknya selama 15 tahun,” harapnya. (day)

Halaman: 1 2
[adrotate banner="13"]

Berita Terkait