Lama Nunggu Bantuan Rutilahu, Rumah Darsono Ambruk karena Hujan Deras

Rumah warga di RT 10 RW 04 Cangkol Utara runtuh, Minggu sore (10/2). Rumah itu sudah diajukan untuk mendapat bantuan rutilahu namun tak kunjung terealisasi. FOTO:JAMAL SUTEJA/RADAR CIREBON
Rumah warga di RT 10 RW 04 Cangkol Utara runtuh, Minggu sore (10/2). Rumah itu sudah diajukan untuk mendapat bantuan rutilahu namun tak kunjung terealisasi.FOTO:JAMAL SUTEJA/RADAR CIREBON

CIREBON–Hujan deras sore kemarin membuat Darsono sibuk. Ia berusaha mengeluarkan genangan air dari dalam rumahnya. Belum juga selesai, terdengar suara gemuruh.

Yang memancing warga berlarian mencari sumber suara. “Kejadiannya cepat sekali,” ujar Darsono, menceritakan kronologis ambruknya kediaman Ino Martiano di RT 10 RW 04, Cangkol Utara, Minggu (10/2).

Ambruknya rumah yang berdempetan itu diduga kondisi kayu penopang atau kuda-kuda atap sudah termakan usia. Sehingga tidak sanggup menopang genting yang diterjang hujan deras. Beruntung tidak ada korban jiwa. Karena Ino dan keluarganya langsung lari ke luar rumah, begitu mendapati tanda-tanda rumah akan ambruk.

Menurut Darsono, baru beberapa hari yang lalu dirinya memperbaiki talang air yang bocor. Kondisi rumah Ino yang berada persis di sebelahnya memang sudah tak layak huni. Kejadian ini sontak membuatnya kebingungan. Terutama untuk membayar biaya perbaikan. “Nggak tau ini uang dari mana lagi. Saya juga kena diabet. Takutnya kalau stres kan gulanya naik lagi,” ungkapnya.

Ino Martiano, sebetulnya calon penerima bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu). Sayang, bantuan perbaikan rumah itu tak kunjung terealisasi. Padahal pengajuannya sudah disampaikan sejak akhir tahun 2017. Juga sudah pernah disurvei oleh petugas. “Memang rumahnya sudah mau ambruk,” ungkapnya.

Kondisi rumah Ino berdempetan dengan rumah Darsono. Sehingga atap rumah tetangganya itu pun ikut roboh setengahnya. Terutama atap yang berada di dua kamar. Ino dan Darsono pun berharap ada perhatian dari pemerintah. Termasuk memprioritaskan untuk mendapatkan bantuan rutilahu.

Kedua korban rumah ambruk itu pun kini harus tinggal menumpang di rumah kerabat mereka. Barang-barang milik mereka juga mulai diungsikan. “Saya dan keluarga sekarang tinggal numpang dlu di rumah saudara. Itu juga masih ngontrak,” Ino, menambahkan. (jml)