Lebih Banyak Kendaraan, Abaikan Keselamatan

ilmi-pemeriksaan kendaraan (1)
RAZIA: Petugas Dinas Perhubungan Provinsi Jabar aktif melakukan razia pada kendaraan angkutan umum dan barang yang melintas di Kabupaten Cirebon. Diterjaring operasi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Selasa (20/8). FOTO: ILMI YANFAUNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON – Puluhan kendaraan angkutan umum dan barang yang melintas di Kabupaten Cirebon, diterjaring operasi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Selasa (20/8). Sedikitnya, sembilan kendaraan ditilang. Pasalnya, masa berlaku dokumen KIR habis dan belum diperpanjang.

Kasi Operasi UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan Angkutan jalan Wilayah IV Jawa Barat, Agus Joni Ristia Jali mengatakan, jumlah angkutan umum (angkum) dan barang yang di lakukan pemeriksaan sekitar 100 kendaraan.

Mayoritas pengendara angkutan kota yang kurang memperhatikan kondisi kendaraannya, disebabkan kejar setoran tanpa memperhatikan keselamatan lalu lintas. “Agenda ini juga untuk mensysialisasikan bagi pengendara untuk rutin mengganti rem,” ujar Agus, kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, pemeriksaan ram check itu bagian dari kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan untuk pemeriksaan kendaraan terutama kendaraan yang berangkat atau datang di lokasi terminal sumber. “Dari hasil pemeriksaan ada sembilan kendaraan yang ditilang lantaran masa berlaku KIR habis,” paparnya.

Menurut keterangan para sopir yang ditertibkan oleh petugas, yang bersangkukan mengaku tidak memiliki waktu untuk memperpanjang dokumen KIR. Karena sebagian besar tengah melakukan kejar setoran kepada pemilik kendaraan. “Seharusnya menyadari, karena banyak kecelakaan terjadi karena tidak tertib,” katanya.

Sementara itu, bagi kendaraan-kendaraan lainnya yang didapati mengalami kerusakan di bagian lampu atau pun rem yang berfungsi sebelah, kata Agus, pihaknya hanya memberikan pembinaan bagi pengendara.

“Kalo untuk lampu dan rem yang berfungsi sebelah itu tidak berlaku untuk pemberian sanksi. Kita hanya beri pembinaan. Sebab, menyangkut keselamatan bagi mereka,” tuturnya.

ia menambahkan, operasi kendaraan ini bersifat insidentil sedangkan untuk kegiatan lainnya akan dijadwalkan lebih lanjut terutama saat persiapan menjelang Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. (sam)

 

Berita Terkait