Lezatnya Sate Kelinci dan Kaya Khasiat

Sate kelinci di Kedai Ashique menjadi menu incaran para pengunjung. FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
Sate kelinci di Kedai Ashique menjadi menu incaran para pengunjung.FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

MENYANTAP sate ayam atau sate kambing mungkin sudah biasa. Nah, bagaimana jika mencoba sate yang lain, sate kelinci? Tidak perlu jauh-jauh. Karena di Kota Cirebon pun ada kedai yang menawarkan sensasi kuliner dari hewan imut tersebut. Kedai yang menawarkan sensasi sate kelinci itu adalah Kedai Ashique di Jalan Siliwangi Kota Cirebon.

Sebetulnya bukan hanya sate yang menjadi satu-satunya menu olahan kelinci yang ditawarkan oleh Kedai Ashique. Ada juga tongseng kelinci, sop kelinci, nasi goreng kelinci dan nasi bakar kelinci. Hanya yang menjadi favorit para pengunjung adalah sate kelinci yang diberi sambal kacang dan acar.

Menurut Public Communication Kedai Ashique Yati, kelinci yang dijadikan untuk sate memang kelinci khusus untuk dikonsumsi. Berbeda dengan kelinci peliharaan pada umumnya. “Beda sama kelinci yang dipelihara, kalau itu memang diternak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Daging kelinci, jelas Yati, berbeda dengan daging ayam. Serat daging kelinci lebih halus. Rasa daging pun agak kenyal dibanding daging ayam yang terasa lebih empuk. Untuk mengolahnya, kata Yati, biasanya mengikuti permintaan pelanggan. “Satu porsi sate kelinci yang dijual seharga Rp30 ribu,” katanya.

Bumbu yang digunakan layaknya sate pada umumnya, yaitu bumbu kecap dan bumbu kacang. Ia menambahkan rempah-rempah seperti ketumbar dan kayu manis kedalam campuran bumbu tersebut untuk memberikan rasa khas pada satenya. Lebih lanjut, dikatakan Yati, para pengunjung di kedainya lebih suka menggunakan bumbu kecap. Karena, jika pakai bumbu kacang, seperti menyantap sate ayam.

Biasanya, sebut Yati, pembeli tidak hanya ingin menikmati sensasi makan sate kelinci. Mereka juga menikmati sate kelinci kaya khasiat. Karena, daging kelinci dipercaya bisa mengobati penyakit asma. (awr)